kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pasokan Semen Indonesia masih aman


Senin, 27 Juni 2016 / 11:56 WIB

Pasokan Semen Indonesia masih aman

JAKARTA. Meski produksi semen secara nasional mengalami kelebihan pasokan, hal tersebut tidak dialami oleh produsen semen pelat merah, yakni PT Semen Indonesia Tbk (Persero).

Sekretaris perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, produksi Semen Indonesia sekitar 27-28 juta ton per tahun dengan pangsa pasar seklitar 41-42%.

"Sekarang persaingannya berat, kalau kami bisa pertahankan pangsa pasar kami, maka utilisasi pabrik bisa di atas 90%," ujar Agung kepada KONTAN, Jumat (24/6)

Di tengah kondisi seperti ini, Semen Indonesia tidak menunda atau memberhentikan ekspansi pabriknya yang telah dilakukan sejak tahun 2014.

Agung menambahkan, pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung VI di Padang  Sumatera Barat, akan selesai pada akhir tahun ini. Diharapkan, kedua pabrik tersebut sudah bisa beroperasi pada awal tahun depan. 

Menurut Agung, total investasi untuk membangun dua pabrik sebesar Rp 9 triliun dengan penambahan kapasitas masing-masing 3 juta ton per tahun.

Tapi, lanjut Agung, menambah dua pabrik baru bukan berarti perseroan akan fokus pada ekspor. Dia bilang, ekspor hanya akan dilakukan jika ada kelebihan produksi dari pabrik Indonesia.

Saat ini, secara grup, Semen Indonesia telah mengekspor ke Timor Leste, Filipina, dan Maldives.

"Dua pabrik baru kami akan disesuaikan dengan tujuan ekspornya, seperti ke Asia Tenggara dan Selatan," ungkap Agung.

Dari total pendapatan Semen Indonesia, porsi ekspor tidak sampai 5%.

Tahun ini diproyeksikan pertumbuhan industri semen sekitar 5-6%. Sampai Mei kemarin kata Agung pertumbuhannya baru 2,5%. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di semester pertama industri semen akan minus baru di semester kedua ada peningkatan positif.

"Kami harapkan ada pertumbuhan 5-6% di semester dua nanti, jadi pertumbuhan setahun bisa melebihi target nasional," imbuh Agung.

Asal tahu, kapasitas terpasang industri semen secara nasional sekitar 88 juta ton per tahun, sementara kemampuan produksinya hanya 75-80 juta ton.

Hal tersebut disebabkan banyaknya pabrik baru yang tidak bisa berproduksi secara full, ada perawatan mesin atau gangguan. "Kira-kira utilisasinya baru 70-80%," beber Agung.

Agung menambahkan, dari utilisasi yang ada, ada sekitar 8-10 juta ton kelebihan produksi.


Reporter: Febrina Ratna Iskana
Editor: Dikky Setiawan
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.9159 || diagnostic_api_kanan = 0.0022 || diagnostic_web = 1.1240

Close [X]
×