kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.908   -84,00   -0,47%
  • IDX 5.990   -19,30   -0,32%
  • KOMPAS100 769   -4,09   -0,53%
  • LQ45 590   -2,77   -0,47%
  • ISSI 209   0,10   0,05%
  • IDX30 327   -0,84   -0,26%
  • IDXHIDIV20 420   1,10   0,26%
  • IDX80 88   -0,42   -0,47%
  • IDXV30 114   0,33   0,29%
  • IDXQ30 107   -0,15   -0,14%

Pasokan Solar Global Ketat, Pertamina Pastikan Stok Domestik Terjaga


Jumat, 02 Oktober 2026 / 10:58 WIB
Pasokan Solar Global Ketat, Pertamina Pastikan Stok Domestik Terjaga
ILUSTRASI. Pengendara Mengisi BBM jenis Solar di SPBU Pertamina (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan bahan bakar jenis solar (diesel) domestik untuk kebutuhan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika kondisi geopolitik global.

Kepastian ini diberikan seiring terjadinya pengetatan stok solar global imbas eskalasi konflik Timur Tengah belakangan ini yang  khususnya terjadi antara Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dan Yaman.

Adapun pasokan solar yang mengetat juga sudah tercermin dari kenaikan harga solar secara global, salah satunya di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: BASF Bantu Petani Bawang Merah Hadapi Serangan Hama

Merujuk data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (US Energy Information Administration/EIA), hingga 28 September 2026, harga solar di AS bahkan mencapai US$ 6,38 per galon. Level ini telah naik dibanding akhir bulan sebelumnya, 31 Agustus 2026, yang seharga US$ 5,59 per galon.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan bahwa di tengah kondisi global tersebut, Pertamina terus menjaga stok solar domestik secara terintegrasi.

Hal ini dilakukan mulai dari produksi kilang dan pengelolaan stok di terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga distribusi ke SPBU dan konsumen industri.

"Stok dipantau setiap hari dan dijaga pada tingkat aman sesuai ketentuan," katanya kepada Kontan, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Indeks Manufaktur Indonesia Naik, Mengapa Indeks Kepercayaan Industri Justru Turun?

Adapun saat ini, lanjut Baron, Pertamina mengupayakan agar kebutuhan solar dengan spesifikasi tertentu bagi industri terus berasal dari produksi dalam negeri.

"Jika diperlukan, pengadaan pelengkap akan dilakukan sesuai kebijakan dan izin Pemerintah," imbuh Baron.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×