Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan bahan bakar jenis solar (diesel) domestik untuk kebutuhan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika kondisi geopolitik global.
Kepastian ini diberikan seiring terjadinya pengetatan stok solar global imbas eskalasi konflik Timur Tengah belakangan ini yang khususnya terjadi antara Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dan Yaman.
Adapun pasokan solar yang mengetat juga sudah tercermin dari kenaikan harga solar secara global, salah satunya di Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: BASF Bantu Petani Bawang Merah Hadapi Serangan Hama
Merujuk data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (US Energy Information Administration/EIA), hingga 28 September 2026, harga solar di AS bahkan mencapai US$ 6,38 per galon. Level ini telah naik dibanding akhir bulan sebelumnya, 31 Agustus 2026, yang seharga US$ 5,59 per galon.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan bahwa di tengah kondisi global tersebut, Pertamina terus menjaga stok solar domestik secara terintegrasi.
Hal ini dilakukan mulai dari produksi kilang dan pengelolaan stok di terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga distribusi ke SPBU dan konsumen industri.
"Stok dipantau setiap hari dan dijaga pada tingkat aman sesuai ketentuan," katanya kepada Kontan, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Indeks Manufaktur Indonesia Naik, Mengapa Indeks Kepercayaan Industri Justru Turun?
Adapun saat ini, lanjut Baron, Pertamina mengupayakan agar kebutuhan solar dengan spesifikasi tertentu bagi industri terus berasal dari produksi dalam negeri.
"Jika diperlukan, pengadaan pelengkap akan dilakukan sesuai kebijakan dan izin Pemerintah," imbuh Baron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














