kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pelaku industri manufaktur sambut positif pembukaan aktivitas perdagangan


Senin, 15 Juni 2020 / 05:30 WIB


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Noverius Laoli

Menurutnya, kebijakan pembukaan kembali aktivitas perdagangan di toko, pasar dan pusat perbelanjaan bisa mendorong pulihnya perekonomian nasional. Dampaknya, sektor properti dan otomotif yang selama ini menyerap hasil produksi kaca lembaran dan pengaman industri dalam negeri bisa ikut pulih secara perlahan.

Hal berpotensi mengerek serapan kaca pengaman  dan lembaran di dalam negeri. Namun demikian, Yustinus mengaku belum bisa menaksi seberapa besar efek peningkatan serapan yang bisa ditimbulkan, sebab besarannya akan sangat bergantung pada bagaimana geliat aktivitas properti pasca pembukaan kembali aktivitas perdagangan dan perkonomian.

Baca Juga: Catur Sentosa Adiprana (CSAP) buka satu gerai Mitra10 baru di kuartal I 2020

“Penyerapan kaca lembaran yang diproses  menjadi kaca pengaman untuk industri otomotif juga belum dapat diprediksi, karena masih menunggu geliat sektor otomotif,” kata Yustinus saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (14/6).

Seiring dengan hal ini, Yustinus bilang pelaku industri kaca siap mengerek utilisasi produksi apabila terjadi kenaikan permintaan. Tentunya, semua kegiatan produksi dan operasional akan dijalankan dengan memerhatikan protokol pencegahan penularan corona yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Salah satu contoh penerapannnya misalnya dengan terus menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home secara bergantian guna menjaga jarak meja kerja di kantor serta memaksimalkan penggunaan aplikasi video  conference guna meminimalisir kegiatan yang dapat memicu kerumunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×