kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pelni Kantongi Kontrak Pengangkutan Bank Indonesia hingga 2026


Jumat, 12 Juli 2024 / 18:25 WIB
Pelni Kantongi Kontrak Pengangkutan Bank Indonesia hingga 2026
ILUSTRASI. Sejumlah penumpang antre masuk ke kapal motor (KM) Dobonsolo di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/4/2024). Arus balik Lebaran 2024 di pelabuhan itu terpantau padat dan diprediksi kepadatan penumpang tetap terjadi sampai Minggu (21/4). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/YU


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengantongi kontrak pengangkutan barang berharga milik negara dengan Bank Indonesia ke seluruh Indonesia. Kerjasama ini berlaku hingga tahun 2026 nanti.

Direktur Utama PT PELNI (Persero), Tri Andayani mengatakan bahwa kerjasama ini semakin memperkuat peran strategis PELNI dalam perekonomian nasional, yaitu turut serta memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan uang di seluruh Indonesia, hingga ke daerah 3 TP (Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan).

"Ini merupakan peran PELNI sebagai Perusahaan BUMN yang berperan sebagai agen pembangunan yang memiliki komitmen dalam kemajuan dan pemerataan ekonomi di Indonesia," ujar Tri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kontan, Jumat (12/7).

Baca Juga: Tambah Armada, PELNI Minta PMN 2025 Sebesar Rp 2,5 Triliun

Ini bukan kali pertama Pelni melayani kontrak pengangkutan Bank Indonesia. Sejak tahun 2015, Pelni telah mengangkut 2.400 kontainer barang berharga milik negara.

“Direncanakan dari Juni 2024 hingga Desember 2026 akan mengangkut 1.366 kontainer," tambahnya.

Asal tahu saja, selain memburu kontrak pengangkutan, tahun ini Pelni juga merencanakan penambahan 2 unit kapal pengangkutan. Perusahaan pelat merah ini tengah mengajukan permintaan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,5 triliun.

Nantinya armada baru tersebut akan digunakan untuk melayani rute public services obligation (PSO) yang ditugaskan pemerintah. Saat ini, ada sekitar 12 kapal milik Pelni yang sudah berusia diatas 30 tahun. Kondisi ini berpotensi pada aspek keselamatan penumpang dan strategi efisiensi perusahaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×