kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pembangunan Pelabuhan Patimban Fase I Tahap II dikebut mulai Januari 2021


Senin, 16 November 2020 / 19:33 WIB
Pembangunan Pelabuhan Patimban Fase I Tahap II dikebut mulai Januari 2021
ILUSTRASI. Proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai, dari sisi lokasi Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat sangat strategis karena berada di pusat pengembangan industri. Rencananya, pelabuhan tersebut sudah dapat beroperasi pada Desember 2020, dan Mulai Januari 2021, akan melakukan pengembangan pembangunan pelabuhan fase I tahap II.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo menjelaskan, saat ini Pelabuhan Patimban  tengah dalam proses penyelesaian tahap 1 yaitu penyelesaian Terminal Peti Kemas seluas 35 hektare dengan kapasitas 250.000 TEUs dan Terminal Kendaraan seluas 25 hektare dengan kapasitas 218.000 CBU.

Sementara, yang sudah siap dimanfaatkan adalah Dermaga Kendaraan seluas 350 m x 33 m dengan kapasitas 218.000 CBU.

Selanjutnya, Mulai 2021 segera dimulai pembangunan selanjutnya yaitu pengerjaan Terminal Peti Kemas seluas 66 hektar dengan kapasitas kumulatif 3,75 juta TEus dan Terminal Kendaraan dengan kapasitas kumulatif 600.000 CBU serta Terminal RoRo seluas 200 meter.

Baca Juga: Menhub: Ekspor-impor mobil bisa dilakukan lewat Pelabuhan Patimban mulai Desember

"Lokasinya sangat strategis di pusat pengembangan kawasan industri yaitu Karawang dan Subang. Pembangunan akses masuk ke Pelabuhan Patimban terus kami selesaikan. Akses masuk Pelabuhan Patimban dari Pantura saat ini pembangunannya hampir selesai mencapai 100%," kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo saat diskusi virtual, Senin (16/11).

Agus mengatakan, pelabuhan tersebut juga akan mudah terkoneksi dari tangerang, Jakarta, Bekasi, Karawang, hingga Patimban. Bahkan Pelabuhan Patimban juga dapat dikonsolidasikan dengan Cirebon dan Kertajati.

“Nanti kendaraan dari pantura masuk berputar langsung ke Pelabuhan Patimban. Dari Pantura sampai ke Pelabuhan bebas hambatan. Sementara akses dari Tol Cipali, aksesnya akan dibangun dari pintu keluar kilometer 89 langsung ke Pelabuhan Patimban," paparnya.

Agus menyebut, akses tol tersebut dalam waktu dekat akan dikerjakan begitu juga dengan trase kereta api hingga dermaga Pelabuhan Patimban. Selain itu, pelabuhan yang memiliki dermaga di atas laut tersebut juga memiliki potensi pengembangan yang prospektif.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Pelabuhan Patimban akan selesai dibangun secara menyeluruh pada 2027, dan diharapkan industri banyak yang berkembang di Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan adanya Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan utama dalam proses ekspor impor dan distribusi ke seluruh Indonesia.

“Ini akan membuat perekonomian Jawa Barat berkembang dan secara nasional memberikan alternatif dalam proses ekspor impor barang. Terlebih kegiatan pengiriman barang otomotif banyak dilakukan di Karawang," katanya.

Menurutnya, dengan adanya Pelabuhan Patimban, industri otomotif dapat memanfaatkan dan memaksimalkannya. Patimban, Kertajati, Cirebon adalah titik yang menjadi prospek cerah untuk logistik nasional.




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×