kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pembebasan lahan tol Soroja tinggal dua hektare


Selasa, 05 April 2016 / 14:18 WIB


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

BANDUNG. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan Pembangunan Tendi Hardianto menuturkan hingga saat ini pembebasan lahan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) tinggal sekitar dua hingga tiga hektare dari total kebutuhan lahan 127 hektare.

"Lahan yang belum terbebaskan itu ada dua bidang tanah yang didalamnya ada bangunan masjid. Lokasinya di sekitar Margaasih, Kabupaten Bandung," kata Tendi Hardianto, di Kabupaten Bandung, Selasa.

Ia menuturkan salah satu kendala dalam pembebasan lahan Tol Soroja adalah adanya masa peralihan aturan di tataran pemerintahan.

"Jadi yang baru ini baru bisa administrasinya di bulan Maret sehingga baru bisa start bulan Maret pelaksanaannya dan BPN Kabupaten Bandung sudah buat schedule selesai April ini," kata dia.

Menurut dia saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag setempat terkait pembebasan lahan Tol Soroja yang belum selesai yakni tanah wakaf di kawasan Margaasih.

"Jadi untuk tanah wakaf prosesnya panjang. Izinnya sampai kepada Kemenag," katanya.

Akan tetapi, pihaknya optimistis masalah pembebasan lahan yang belum dibebaskan itu akan selesai dalam waktu satu bulan ini.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher menambahkan dibutuhkan anggaran sekitar Rp50 miliar lagi untuk menyelesaikan pembebasan lahan Tol Soroja.

"Insha Allah, secepatnya pembebasan lahan ini akan diselesaikan," ujar Ahmad Heryawan saat kunjungan ke lokasi groundbreaking Tol Soroja di Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×