kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.917   -75,00   -0,42%
  • IDX 6.045   35,00   0,58%
  • KOMPAS100 778   4,65   0,60%
  • LQ45 596   4,00   0,68%
  • ISSI 210   1,74   0,84%
  • IDX30 331   2,99   0,91%
  • IDXHIDIV20 424   4,47   1,07%
  • IDX80 89   0,58   0,66%
  • IDXV30 115   0,95   0,83%
  • IDXQ30 108   0,72   0,67%

Pembentukan Kemenko Hilirisasi Positif, tapi Jangan Menambah Lapisan Birokrasi


Jumat, 02 Oktober 2026 / 15:00 WIB
Pembentukan Kemenko Hilirisasi Positif, tapi Jangan Menambah Lapisan Birokrasi
ILUSTRASI. Pelantikan Menko Hilirisasi dan Energi Bahlil Lahadalia di Istana Negara Jakarta (1/10/2026) (Dok/BPMI Setpres)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembentukan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dinilai positif untuk mempercepat integrasi sektor energi dan industri nasional. Namun, juga diingatkan agar tidak merubah peta koordinasi menjadi berbelit-belit serta tidak menambah kerumitan birokrasi di sektor industri.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar menilai integrasi antara hilirisasi dan kebutuhan pasokan energi merupakan hal mendesak saat ini.

"Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi ini bagus dan relevan, walaupun sebenarnya tidak terlalu mendesak dan yang pasti nambah gemuk kabinet," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: CORE: Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Perlu Perjelas Kewenangan

Bisman berpandangan, persoalan yang kerap menghambat kemajuan sektor industri nasional selama ini bukan terletak pada kekurangan regulasi, melainkan lemahnya koordinasi antar lembaga. 

Menurutnya, hambatan tersebut terjadi secara berulang mulai dari tahap perencanaan, mekanisme perizinan, hingga pelaksanaan eksekusi di lapangan akibat tingginya ego sektoral antar kementerian.

Dia bilang, kunci keberhasilan Kemenko baru ini terletak pada kejelasan pembagian wewenang agar proses pengambil keputusan di sektor industri dapat berjalan efisien. 

"Dari sisi industri ya ini diperlukan untuk jadi koordinator agar eksekusi lebih cepat, tapi juga bahaya sebaliknya bisa jadi tambahan lapisan birokrasi baru," jelasnya.

Bisman menuturkan, tugas rumah terbesar bagi Kemenko saat ini adalah membuktikan struktur baru tersebut benar-benar mampu mempercepat realisasi investasi dan proyek hilirisasi. 

Selain itu, pembagian kewenangan yang tegas antara Kemenko dengan Kementerian ESDM serta kementerian teknis lainnya harus segera diselesaikan dalam waktu dekat.

"PR terbesarnya itu membuktikan kalau eksistensi Kemenko ini mampu mempercepat eksekusi," tegasnya.

Baca Juga: Pasokan Solar Global Ketat, Pertamina Pastikan Stok Domestik Terjaga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×