kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemenuhan Batubara untuk Sektor Kelistrikan Capai 63,06 Juta Ton pada Semester I-2022


Rabu, 03 Agustus 2022 / 18:35 WIB
ILUSTRASI. Pemenuhan batubara untuk sektor kelistrikan capai 63,06 juta ton


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pemenuhan kebutuhan batubara untuk kelistrikan mencapai 63,06 juta ton hingga Juni 2022.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan, pemenuhan yang mencapai 63,06 juta ton ini setara 49% dari rencana alokasi tahun 2022. Adapun, secara khusus pemenuhan untuk kebutuhan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga terus meningkat.

"Realisasi pasokan batubara PLN sampai dengan Juni 2022 mencapai 96,1% dari rencana volume kebutuhan Juni 2022," ungkap Lana kepada Kontan, Rabu (3/8).

Baca Juga: Pelaku Usaha Tegaskan Pemenuhan Batubara ke PLN Terus Berjalan

Meski tak merinci, Lana menjelaskan realisasi pemenuhan pada Juni 2022 ini menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan pasokan sebesar 13% dari rencana alokasi tahunan.

PLN dalam RKAP 2022 menetapkan kebutuhan batubara mencapai 66,4 juta ton. Jumlah ini kemudian meningkat mencapai 84,7 juta ton seiring pemulihan ekonomi yang mendongkrak permintaan listrik. Adapun, realisasi DMO batubara hingga Juni 2022 mencapai 94 juta ton atau setara 56,62% dari target sebesar 166 juta ton.

Baca Juga: Harga Batubara Meroket, Pasokan untuk PLN dalam Ancaman

Lana menegaskan, pihaknya siap berkoordinasi dengan PLN untuk menjamin pemenuhan batubara untuk pembangkit listrik.

"(Pemerintah) telah menerbitkan penugasan kepada badan usaha pertambangan untuk antisipasi cuaca ekstrem di beberapa bulan ke depan," tegas Lana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×