Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.165
  • EMAS709.000 -0,56%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Pemerintah diminta perhatikan nelayan menengah

Rabu, 20 Desember 2017 / 18:39 WIB

Pemerintah diminta perhatikan nelayan menengah

JAKARTA,04/12-INFLASI TERENDAH DI NOVEMBER. Buruh pelabuhan memindahkan ikan laut hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Senin (04/12). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi inti bulan lalu sebesar 0,13% dan 3,05% year on year (YoY), turun dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 0,17% dan 3,07% YoY. Sejumlah komoditas pangan menyumbang inflasi bulan lalu, meliputi cabai merah dengan andil inflasi 0,06%, beras dengan andil inflasi 0,03%, bawang merah dengan andil inflasi 0,02%, serta daging ayam ras, ikan segar, dan telur ayam ras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%. KONTAN/Fransiskus Simbolon/04/12/2017


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menegaskan tetap akan mengalokasikan subsidi bagi nelayan kecil. Meski ada permintaan dari negara-negara yang tergabung dalam organisasi perdagangan dunia (WTO).

"Subsidi yang berlaku bagi nelayan kecil sekarang tidak akan diganggu," ujar Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, Rabu (20/12).


Sebelumnya Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP, Nilanto Perbowo mengatakan kebijakan subsidi akan dibahas pada pertemuan tingkat presiden.

Meski mendukung subsidi bagi nelayan kecil, Nilanto bilang subsidi bagi kapal berukuran industri perlu dihilangkan. Hal tersebut guna menjaga daya saing produk perikanan negara berkembang.

"Kalau nelayan besar diberi subsidi, negara berkembang tidak akan bisa menandingi," terang Nilanto.

Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menuturkan subsidi bagi nelayan kecil belum mampu mendorong produksi.

Yugi bilang nilai produksi dari nelayan kecil masih terlalu rendah. "Produksi nelayan kecil rendah dan jenis ikannya tidak layak ekspor baik dari sisi jenis maupun kualitas," jelas Yugi.

Nelayan kecil dinilai bukan solusi untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi. Hal tersebut dinilai lebih cocok bagi nelayan menengah.

Nelayan menengah dinilai Yugi memiliki kapasitas untuk meningkatkan produkai serta menjaga kualitas. Yugi bilang saat ini pemerintah baru menggalakkan penangkapan di wilayah Indonesia timur bagi nelayan menengah.


Reporter: Abdul Basith
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0721 || diagnostic_web = 0.5294

Close [X]
×