kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.914   44,00   0,25%
  • IDX 5.714   -106,60   -1,83%
  • KOMPAS100 739   -13,26   -1,76%
  • LQ45 563   -9,84   -1,72%
  • ISSI 198   -3,46   -1,72%
  • IDX30 320   -5,35   -1,65%
  • IDXHIDIV20 395   -6,32   -1,57%
  • IDX80 84   -1,54   -1,80%
  • IDXV30 107   -1,22   -1,13%
  • IDXQ30 103   -1,50   -1,43%

Pemerintah fokus lobi produsen karet baru di Asean


Selasa, 26 Agustus 2014 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. Promo KFC edisi 13-15 Maret 2023 hadirkan menu Beli 1 Gratis 1 & KFC Float (Dok/KFC)


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Harga karet yang tidak kunjung membaik menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk kembali mengangkat harga karet, pemerintah membentuk Task Force Karet Nasional (TFKN) yang beranggotakan beberapa instansi kementerian.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, tim task force tersebut akan bergerak utamanya melobi negara-negara produsen karet baru seperti Vietnam untuk masuk dalam ASEAN Rubber Committee.

Selain bergerak di luar negeri, tim task force juga akan membahas peningkatan harga karet dari dalam negeri. Beberapa opsi yang mungkin dilakukan adalah melakukan peremajaan pohon karet, dan mengurangi sadapan dari petani. "Silahkan dibahas (antar tim)," kata Bayu, Selasa (26/8).

Pembentukan task force ini beranggotakan Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, sektor perbankan, serta pelaku usaha perkaretan nasional, baik sektor hulu maupun hilir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×