Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Pemerintah moratorium pabrik semen

Rabu, 10 Agustus 2016 / 15:32 WIB

Pemerintah moratorium pabrik semen

JAKARTA. Pemerintah mulai khawatir melihat kelebihan produksi semen. Agar tak jadi momok, Kementerian Perindustrian menyusun rencana pembatasan investasi alias moratorium investasi semen. Rencananya, moratorium akan dilakukan mulai tiga sampai lima tahun ke depan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bilang, pihaknya akan mengajukan perubahan Daftar Negatif Investasi untuk investasi semen ini. "Nanti akan kami bahas," ujar Airlangga, Selasa (9/8).


Sebagai catatan saat ini tidak ada pembatasan pemilikan saham maupun investasi di industri semen pada Perpres No 44 /2006 tentang daftar bidang usaha tertutup dan terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.
Pertimbangan utama pembatasan investasi pabrik semen agar pasokan tidak berlebih. "Kami berusaha mencari keseimbangan pasar.

Dalam hitungan kami, permintaan semen seimbang dalam waktu lima tahun ke depan," tambah Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian.

Tamba Hutapea, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menambahkan, BKPM kini menunggu evaluasi investasi industri semen dari Kementerian Perindustrian soal usulan memasukkan investasi semen di daftar negatif investasi, artinya berlaku bagi investasi asing maupun lokal.

Menurut Achmad, rencana pembatasan investasi pabrik semen akan berlaku di  Pulau Jawa. Ia menyebut, saat ini, produksi semen nasional memang terpusat di Pulau Jawa yakni sebesar 56%. Sementara  Sumatra 22%, Sulawesi 8%, Kalimantan 7%, dan Bali dan Nusa Tenggara 7%.

Ekspor semen melemah

Pebisnis semen tak mempermasalahkan rencana pemerintah ini. Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk menilai, masalah kelebihan pasokan produksi memang jadi tantangan industri semen di Indonesia. Semen Indonesia juga mengklaim mengalami kelebihan. "Sedikit oversupply, hanya 5%," klaim Agung.

Hal senada disampaikan Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI). Widodo menyebut pasokan berlebih akibat banyak pabrik baru beroperasi. "Produksi naik 20,2 juta ton sedangkan konsumsi cuma naik 4 juta ton," katanya.

Di dalam negeri permintaan semen menyusut lantaran proyek-proyek properti dalam setahun terakhir sedang lesu.  Produsen semen hanya mengandalkan penjualan kepada proyek-proyek pemerintah yang tentu nilainya tak sebesar proyek swasta.

Tak hanya permintaan semen di dalam negeri yang lesu. Penjualan semen di pasar ekspor yang cenderung lesu juga ikut jadi pertimbangan pemerintah. Di semester I-2016 yang lalu, ekspor semen turun 19,3% menjadi 208.053 ton. "Makanya ekspansi pabrik baru perlu direm," jelas Achmad.


Reporter: Pamela Sarnia
Editor: Dupla KS
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0730 || diagnostic_web = 0.5253

Close [X]
×