kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,33   17,20   2.56%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.24%

Pemerintah siap terbitkan aturan margin niaga gas


Jumat, 13 Oktober 2017 / 15:43 WIB
Pemerintah siap terbitkan aturan margin niaga gas

Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dalam waktu dekat akan menerbitkan aturan yang mengatur margin niaga dan Internal Rate of Return (IRR) transportasi gas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ternyata telah merampungkan draft final aturan tersebut.

Draft final aturan niaga gas ini pun telah diserahkan oleh Kementerian ESDM kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk dilakukan harmonisasi. Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar bilang, dalam draft tersebut pemerintah menetapkan untuk mengatur margin niaga maksimal sebesar 7% dan IRR sebesar 11%.

"Sudah selesai Permennya. Rate of return 11% dan margin usaha niaga umum 7%," jelas Arcandara pada Jumat (13/10) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Sejatinya pemerintah telah cukup lama mewacanakan untuk mengatur margin niaga gas. Namun baru pada Maret 2017 Kementerian ESDM secara serius telah menyusun draft terkait margin niaga gas.

Kala itu pemerintah berencana mematok margin niaga gas hanya sebesar 5%. Namun patokan margin sebesar 5% tersebut diprotes langsung oleh para trader gas. Pemerintah pun pada akhirnya menetapkan margin niaga gas sebesar 7%.

Rencana penerbitan aturan margin hilir gas ini dilakukan pemerintah lantaran mahalnya harga gas. Tingginya harga gas ke konsumen akhir salah satunya disebabkan oleh tingginya biaya distribusi dan transmisi gas yang dipatok oleh trader dan transporter gas.

Dari data Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, harga gas di hilir dengan harga gas di hulu memiliki perbedaan yang cukup jauh. Jika harga gas di hulu hanya US$ 6 per mmbtu, maka harga gas di hilir hingga sampai konsumen akhir bisa mencapai US$ 14 per mmbtu. Ini berarti biaya distribusi dan transmisi bisa mencapai US$ 8 per mmbtu.

Pemakai gas industri juga merasakan harga biaya distribusi dan transmisi cukup tinggi. Menurut Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Achmad Safiun, biaya distribusi dan transmisi memang menjadi salah satu faktor yang membuat harga gas mahal. "Inefisiensi ada di transmisi," katanya pada Senin (9/10).

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×