Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.573
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS655.000 -0,15%

Pemerintah tantang insinyur mencetak 17 Juta SDM profesional

Kamis, 06 Desember 2018 / 15:55 WIB

Pemerintah tantang insinyur mencetak 17 Juta SDM profesional
ILUSTRASI. Empat kebijakan pemerintah dorong sektor manufaktur

KONTAN.CO.ID -PADANG. Pemerintah lewat Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menantang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk bisa mencetak 17 juta Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional agar bisa mengimplementasikan revolusi industri 4.0.

Airlangga mengatakan, ada lima sektor industri yang menjadi prioritas dalam penerapan revolusi industri 4.0 ialah makanan dan minuman (mamin), tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia. Di mana kelima sektor itu butuh tenaga yang mumpuni. "Kita butuh 17 juta SDM. Dan ini tantangan untuk PII supaya bisa menghasilkan yang berkualitas," terangnya dalam Kongres & Dialog Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke-XXI di Hotel Grand Inna, Padang, Sumatera Barat, Rabu (6/12).

Adapun dari 17 juta SDM, 13 juta diantaranya untuk industri manufaktur dan 4 juta pekerja sektor jasa. Airlangga bilang, potensi bisnis revolusi industri 4.0 mencapai US$ 150 miliar sampai tahun 2025.

Di mulai tahun depan, kata Airlannga, sesudah infrastruktur pemerintah akan mengitamakan SDM, termasuk merevitalisasi program kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), di mana SMK akan dijadikan ujung tombang pengimplementasian industri 4.0.

"Oleh karena itu progam link n match akan dimasifkan dan pemerintah sudah memberi anggaran untuk 2019. Dan arahan Presiden berharap jutaan lulusan smk lulus dengan progam 70% praktek dan 30% teori," tandasnya.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menambahkan, bahwa tahun depan pemerintah fokus dalam pengembangan SDM. Sebab, dengan pengalaman yang ada sekarang ini, tanpa adanya SDM tidak bisa memajukan bangsa yang baik. Dengan begitu, ia meminta kepada insinyur agar bisa memberikan nilai tambah terhadap SDM. Tapi, kata Kalla, SDM jangan hanya mencapai jumlah yang besar dan tidak berkualitas. "Ini tanggung jawab. Sebagai insinyur, bagaimana bukan hanya soal kuantitas tapi kualitas," tandasnya.

Menjawab tantangan itu, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Hermanto Dardak menyatakan, bahwa sekarang PII sudah mencetak sekitar 14.000 insinyur yang profesional. "Kami laporkan bahwa program insinyur sudah menandatangani 26 MoU dengan rektor di 26 perguruan tinggi. Kami laporkan kita punya sesuai dengan pesan Undang-Undang. Dan dari MoU tadi ada 1.000 insinyur," tandasnya.

Reporter: Pratama Guitarra
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0883 || diagnostic_web = 8.1143

Close [X]
×