kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah Tingkatkan Peran Atase Perdagangan


Jumat, 09 Januari 2009 / 14:25 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Pemerintah akan meningkatkan peran atase perdagangan serta Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) untuk menjaga pasar ekspor serta membuka pasar baru.

"Atase perdagangan kami sejak beberapa bulan lalu diminta untuk melaporkan apa yang ia lakukan di negara dimana mereka ditempatkan dalam rangka merespon krisis," kata Menteri Perdagangan Mari Pangestu usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jumat (9/1).

Mari menjelaskan saat ini Indonesia menghadapi persaingan dagang yang lebih ketat. Pasalnya semua negara juga berusaha untuk membuka pasar ekspor baru di luar negara-negara yang terkena imbas krisis global. Ia juga mengatakan akan terus membuka ITPC. Tahun ini pemerintah membuka beberapa ITPC, seperti di Nigeria, Chili, Shanghai.

"Ini akan kita galakkan dalam menghadapi krisis. Kita harus genjot, terutama pasar-pasar tradisional baru yang kita anggap punya potensi untuk itu," katanya

Mari menyebutkan, sejumlah negara yang dianggap potensial sebagai pasar baru antara lain, Rusia, Ukraina, Libya, Timur Tengah, Afrika, Brazil. Mari mengatakan butuh upaya keras untuk menembus pasar ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×