Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia masih menghadapi tantangan pendanaan.
Di tengah potensi pemanfaatan teknologi tersebut untuk berbagai sektor, perusahaan rintisan lokal juga perlu memperkuat model bisnis. Mereka juga harus memastikan solusi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pendanaan perusahaan rintisan digital di Indonesia tercatat turun 94,8% sepanjang 2021–2025. Sementara itu, Indonesia baru memperoleh sekitar 4% dari total pendanaan AI di Asia Tenggara.
Kondisi ini menjadi salah satu latar belakang Telkomsel kembali menggelar NextDev untuk ke-12 kali. Melalui program inkubasi tersebut, Telkomsel menyasar technopreneur yang memanfaatkan atau mengeksplorasi AI untuk mengembangkan solusi bagi persoalan sosial dan lingkungan.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengatakan, NextDev memberikan pendampingan kepada technopreneur untuk mengembangkan teknologi, memperkuat bisnis, dan meningkatkan dampak solusi yang ditawarkan. "Program ini juga membuka peluang bagi peserta untuk menjajaki kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel," kata Fahmi, Kamis (8/10).
Baca Juga: 11 Proyek Hilirisasi Meluncur, IWIP Masuk Fase Baru Pengembangan Ekosistem Industri
NextDev ke-12 terdiri atas tiga tahap, yakni Scouting, Academy, dan Summit. Pada tahap awal, seleksi akan mempertimbangkan performa bisnis, dampak solusi, keunikan inovasi, serta kualitas dan kesiapan technopreneur dalam memanfaatkan AI.
Sebanyak 20 peserta terpilih akan mengikuti proses validasi dan pitching sebelum disaring menjadi 10 peserta NextDev Academy. Mereka akan memperoleh pendampingan di bidang teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas usaha. Pendampingan ini untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis, dan meningkatkan operasional perusahaan.
Sepuluh peserta terbaik juga berkesempatan menjajaki kolaborasi dengan unit bisnis Telkomsel. Mulai dari pengembangan dan uji coba solusi hingga peluang integrasi atau komersialisasi sesuai kesiapan produk. Perkembangan peserta akan dipresentasikan dalam NextDev Summit pada 2027.
Dalam 11 penyelenggaraan sebelumnya, NextDev telah menginkubasi 162 perusahaan digital dari 6.798 pendaftar dengan dukungan 2.316 ahli dan mentor. Para alumninya bergerak di berbagai sektor. Antara lain pertanian, pendidikan, investasi, mobilitas listrik, efisiensi energi, dan gim digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














