kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pendapatan Destinasi Tirta Nusantara (PDES) Meroket pada Kuartal I 2023


Kamis, 27 April 2023 / 21:24 WIB
Pendapatan Destinasi Tirta Nusantara (PDES) Meroket pada Kuartal I 2023
ILUSTRASI. Kinerja bisnis PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) melonjak di tiga bulan pertama 2023


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja bisnis PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) melonjak di tiga bulan pertama 2023. Laporan keuangan interim PDES yang dirilis Kamis (27/4) menunjukkan, pendapatan  PDES meroket 2089,87% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari semula Rp 4,82 miliar di kuartal I 2022 menjadi Rp 105,69 miliar di kuartal I 2023.

Capaian tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan utama PDES, yakni dari lini paket perjalanan wisata yang naik 2479,03% YoY dari Rp 4,08 miliar di kuartal I 2022 menjadi Rp 105,39 miliar di kuartal i 2023. Sementara itu, pendapatan sewa kendaraan PDES susut 59,29% YoY dari Rp 740,00 juta di kuartal I 2022 menjadi Rp 301,20 juta di kuartal I 2023.

Direktur PDES, Sylvia Rafael Harnadi mengatakan, PDES aktif menjalin hubungan baik dengan mitra agen pariwisata di luar negeri, salah satunya dengan mulai kembali menghadiri berbagai international travel show secara luring alias offline di tahun 2022.

Baca Juga: Pandemi Mereda dan Ekonomi Pulih, Ini Kalkulasi Wisatawan Panorama Destination (PDES)

Di sisi lain, kebijakan arus masuk turis asing ke Indonesia juga mulai melunak tahun lalu, setidaknya sejak April 2022. Faktor-faktor tersebut mendorong pertumbuhan penjualan paket-paket perjalanan PDES di tiga bulan pertama 2023.

Catatan saja, PDES berfokus pada penjualan paket perjalanan inbound ke Indonesia maupun ke beberapa daerah operasional PDES di luar negeri, yakni Kuala Lumpur dan Thailand. Kebanyakan turis PDES berasal dari Eropa.

“Di kuartal I 2022, kami masih terkena imbas Omicron,” tutur Sylvia saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (27/4).

Pertumbuhan pendapatan PDES dibarengi dengan kenaikan pengeluaran perusahaan pada sejumlah pos beban. Beban pokok pendapatan, misalnya. 

Pengeluaran PDES pada pos beban tersebut naik 1625,76% YoY dari Rp 5,05 miliar di kuartal I 2022 menjadi Rp 87,31 miliar di kuartal I 2023. Berikutnya, pengeluaran PDES pada pos beban usaha juga naik sebesar 22,80% YoY dari semula Rp 9,68 miliar di kuartal I 2022 menjadi Rp 11,88 miliar di kuartal I 2023.

 

Kendati demikian, PDES berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih Rp 2,34 miliar di kuartal I 2023. Sebelumnya, PDES membukukan rugi bersih Rp 9,22 miliar di kuartal I 2022.

PDES optimistis, prospek bisnis di tahun 2023 lebih baik dibanding 2022. “Kuartal I 2022 kita tergerus sama pandemi. Di April sampai dengan Juni pun border sudah buka tapi turis masih menahan (bepergian), belum maksimal. di 2023 pent-up demand akan lebih terlihat,”  tutur Sylvia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×