kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pendapatan Garuda Indonesia (GIAA) babak belur akibat virus corona


Minggu, 08 Maret 2020 / 17:59 WIB
Pendapatan Garuda Indonesia (GIAA) babak belur akibat virus corona
ILUSTRASI. Pesawat melintasi landasan pacu tiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, Kamis (23/1/2020). Presiden berharap dengan dioperasikannya sejumlah fasilitas berupa landasan pacu tiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Garuda Indonesia (GIAA) mengaku pendapatannya terganggu akibat wabah Covid-19 yang melanda dunia belakangan ini.

"Lumayan babak belur tapi ya sudahlah, ada penurunan, tapi kita tidak usah ngomongin gituan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Graha Manggala Wanabakti Jakarta, Minggu (08/3).

Baca Juga: Naik paling tinggi pekan ini, berikut saham jawara di sektor infrastruktur

Meski demikian, Irfan enggan menyebut secara detail berapa besaran penurunan pendapatannya. Namun, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya demi menahan penurunan pendapatan lebih lanjut.

"Kalau ditanya ada penurunan pendapatan sudah pasti ada kerugian, tapi seperti saya selalu bilang, kami di direksi di manajemen selalu berupaya untuk membereskan, mencari cara apa yang bisa kami lakukan ke depan," katanya.

Baca Juga: Garuda tetap terbangi Korea Selatan, ini kata Kemenhub

Salah satu strateginya adalah dengan membuka beberapa rute baru misalnya dari Brisbane ke Denpasar, Dili ke Denpasar, Mumbai - Denpasar, hingga Dili - Denpasar atau Surabaya.

"Ada beberapa rute itu. Kita ada rencana rute baru untuk bawa penumpang ke Denpasar, masih rencana, masih finalisasi," jelasnya.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×