kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.986   -115,70   -1,63%
  • KOMPAS100 941   -16,59   -1,73%
  • LQ45 673   -10,91   -1,59%
  • ISSI 252   -3,67   -1,44%
  • IDX30 375   -4,42   -1,17%
  • IDXHIDIV20 460   -5,35   -1,15%
  • IDX80 105   -1,94   -1,81%
  • IDXV30 135   -1,55   -1,14%
  • IDXQ30 119   -1,90   -1,57%

Perkuat Portofolio Tambang, ABMM Siapkan Produksi Baru di Sumatra dan Kalimantan


Kamis, 30 April 2026 / 14:40 WIB
Perkuat Portofolio Tambang, ABMM Siapkan Produksi Baru di Sumatra dan Kalimantan
ILUSTRASI. PT ABM Investama Tbk (ABMM) (Dok/ABMM)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ABM Investama Tbk (ABMM) memperkuat kinerja operasional dan portofolio tambang di tengah tantangan industri energi sepanjang 2025. Perusahaan menyiapkan produksi baru di Sumatra dan Kalimatan.

Direktur Utama ABMM, Achmad Ananda Djajanegara, mengungkapkan, perusahaan telah melakukan sejumlah aksi korporasi untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, termasuk akuisisi aset tambang baru.

“Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di sektor pertambangan, kami telah mengakuisisi perusahaan tambang PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024 dan PT Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Kinerja MDKA Tahun 2025 Solid, Tambang Pani Siap Produksi Emas Perdana Kuartal I-2026

Melalui anak usaha PT Reswara Minergi Hartama, ABMM mengakuisisi PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) yang berlokasi di Aceh Barat, Sumatra. Tambang ini memiliki cadangan sekitar 31 juta ton dengan kalori 3.000–3.100 kcal/kg.

 

NCN telah merealisasikan penjualan perdana (first sales) pada Februari 2026. Dengan luas area 3.198 hektare dan potensi sumber daya mencapai 87,34 juta ton, aset ini diproyeksikan menjadi penopang produksi ABMM ke depan.

Selain itu, Reswara juga mengakuisisi PT Piranti Jaya Utama (PJU) di Kapuas, Kalimantan Tengah pada 2025. Tambang dengan luas konsesi 4.800 hektare ini memiliki potensi sumber daya 83,4 juta ton dan cadangan 34 juta ton dengan kalori lebih tinggi, yakni 4.800–5.100 kcal/kg.

ABMM menargetkan PJU mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026 untuk menangkap permintaan pasar Asia yang terus tumbuh.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan AHY Bangun Jalur Kereta di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi

Di sisi operasional, ABMM mencatat volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 235,5 juta bank cubic meter (BCM) sepanjang 2025. Capaian ini mencerminkan upaya efisiensi yang dilakukan perseroan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Perusahaan juga memperkuat diversifikasi bisnis melalui lini logistik dan fabrikasi. Anak usaha CKB Logistics mencatat peningkatan ketepatan waktu pengiriman, sementara Sanggar Sarana Baja (SSB) memperluas pasar ekspor ke Mongolia melalui pengiriman side dump truck.

Kemitraan strategis dengan pelanggan utama seperti PT Freeport Indonesia juga tetap terjaga, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap layanan ABMM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×