kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Pendapatan Provident Agro (PALM) tumbuh 23,15% di kuartal I 2020


Kamis, 18 Juni 2020 / 22:35 WIB
ILUSTRASI. KINERJA PROVIDENT AGRO: Jajaran Direksi PT. Provident agro Tbk (PALM) dari kiri: Boyke Antnius Naba, Devin antonio Ridwan, Tri Boewono (Presiden Direktur) dan Budianto Purwahjo saat Public expose di Jakarta, Rabu (26/6). Hingga akhir tahun 2018 total luas


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Provident Agro Tbk membukukan kinerja yang prima di tiga bulan pertama tahun ini. Sepanjang Januari - Maret 2020 lalu, emiten sawit berkode saham PALM ini membukukan pendapatan sebesar Rp 59,98 miliar. Realisasi tersebut naik 23,15% bila dibandingkan dengan pendapatan PALM pada periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 48,70 miliar.

Kenaikan pada sisi pendapatan ditopang oleh pendapatan dari segmen minyak kelapa sawit yang tumbuh  25,19% secara tahunan alias year-on-year (yoy) menjadi Rp 54,53 miliar dan segmen inti sawit yang tumbuh 5,80% yoy  menjadi Rp 5,44 miliar di kuartal I 2020.

Baca Juga: Catatkan rugi bersih di kuartal I 2020, ini penjelasan Superkrane Mitra Utama (SKRN)

Selain mencatatkan kenaikan pendapatan, PALM juga berhasil menekan pengeluaran pada sejumlah pos beban. Beban pokok pendapatan misalnya, tercatat turun 3,17% yoy menjadi Rp 39,43 miliar di kuartal I 2020. Sebelumnya, beban pokok pendapatan PALM mencapai  Rp 40,72 miliar di kuartal I tahun 2019 lalu.

Penurunan juga dijumpai pada pos beban usaha dan beban lain-lain bersih. Melansir laporan keuangan kuartal I 2020, beban usaha PALM tercatat mengalami penurunan sebesar 36,53% yoy dari semula Rp 15,71 miliar di kuartal I 2019 menjadi Rp 9,97 miliar pada kuartal I 2020.

Sementara itu, beban lain-lain bersih turun 77,26% yoy dari semula Rp 12,38 miliar di kuartal I 2019 menjadi Rp 2,81 miliar pada kuartal I 2020 lalu.

Alhasil, PALM mampu mencatatkan perbaikan pada sisi bottom line. Setelah pendapatan dikurangi beban pokok pendapatan, beban usaha, dan juga beban-beban lainnya, PALM berhasil mengempit laba yang diatribusikan kepada entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 10,14 miliar di kuartal I 2020. Sebelumnya, PALM membukukan rugi bersih sebesar  Rp 19,41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) mengalihkan dana buyback untuk capex

Per 31 Maret 2020 lalu, aset PALM tercatat sebesar Rp 2,23 triliun. Angka ini terdiri dari ekuitas sebesar Rp 2 triliun dan liabilitas sebesar Rp 237,55 miliar.

Sementara itu, kas dan bank akhir periode tercatat sebesar Rp 44,89 miliar. Angka ini turun 17,91% dibanding kas dan bank awal periode tahun buku 2020 yang tercatat  sebesar Rp 54,69 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×