kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.784   43,00   0,24%
  • IDX 6.459   53,12   0,83%
  • KOMPAS100 840   7,00   0,84%
  • LQ45 636   3,26   0,52%
  • ISSI 228   2,69   1,20%
  • IDX30 355   1,13   0,32%
  • IDXHIDIV20 433   0,83   0,19%
  • IDX80 96   0,72   0,76%
  • IDXV30 121   0,55   0,46%
  • IDXQ30 113   0,15   0,13%

Pendapatan Pyramid (PYFA) Naik 16,8%, Didukung Bisnis Maklon & Ekspansi Kapasitas


Kamis, 27 Agustus 2026 / 12:29 WIB
Pendapatan Pyramid (PYFA) Naik 16,8%, Didukung Bisnis Maklon & Ekspansi Kapasitas
ILUSTRASI. Pyridam Farma (PYFA) (dok/Pyridam Farma (PYFA))


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) terus memperkuat bisnis contract development and manufacturing organization (CDMO) atau maklon dengan memperluas kapasitas manufaktur dan kapabilitas produksi. Strategi ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan kinerja perusahaan sepanjang semester I 2026.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi interim yang tidak diaudit, PYFA membukukan pendapatan neto sebesar Rp1,62 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 16,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun.

Di saat yang sama, rugi usaha PYFA berhasil ditekan hingga 99,4% menjadi Rp0,38 miliar. Dengan demikian, perusahaan nyaris mencapai titik impas pada level operasional.

Baca Juga: Perumnas Rilis Platform Properti Digital, Bidik Generasi Muda Pembeli Rumah Pertama

Direktur PYFA Antes Eko Prasetyo mengatakan, bisnis CDMO secara konsisten menjadi penopang pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam dua tahun terakhir.

“Selama dua tahun terakhir, layanan CDMO secara konsisten menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan perusahaan. Kapasitas manufaktur dan sertifikasi mutu internasional telah memperkuat strategi dan rencana komersil yang kami miliki dan telah terbukti menarik kepercayaan para prinsipal global untuk bermitra dengan PYFA,” ujar Antes dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Penguatan bisnis CDMO dilakukan melalui kombinasi kapasitas manufaktur di Indonesia dan Australia. Langkah tersebut semakin diperkuat setelah PYFA merampungkan akuisisi Probiotec di Australia pada pertengahan 2024.

Melalui Probiotec, PYFA memiliki akses terhadap fasilitas manufaktur di Kemps Creek, Australia, yang telah beroperasi penuh serta mengantongi sertifikasi Therapeutic Goods Administration (TGA) dan Halal. Fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses layanan CDMO ke pasar ekspor.

Sementara di Indonesia, PYFA mengandalkan anak usaha PT Ethica Industri Farmasi untuk memperkuat kapasitas produksi. Fasilitas Produksi Injeksi Steril Lini 3 telah diresmikan dan ditargetkan memasuki produksi komersial pada awal 2027.

Perusahaan ini juga tengah menjajaki penambahan Lini 4 dan Lini 5 dengan bentuk sediaan berbeda untuk mengantisipasi permintaan di masa mendatang.

Baca Juga: ESGIN Teken MoU dengan Aspebindo untuk Pengembangan Ekosistem Perdagangan Karbon

Segmen injeksi steril dinilai memiliki nilai tambah tinggi, sementara kapasitas global pada segmen tersebut relatif terbatas. Kondisi ini membuka peluang bagi PYFA untuk memperkuat posisi sebagai penyedia kapasitas manufaktur bagi prinsipal farmasi.

Dari sisi pasar, PYFA melihat peluang pengembangan CDMO masih terbuka lebar. Pasar farmasi Indonesia disebut menjadi yang terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar US$ 11 miliar. Sementara itu, pasar CDMO global diperkirakan mencapai sekitar US$275 miliar pada 2026 dan tumbuh sekitar 6%-10% per tahun.

Asia-Pasifik menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi PYFA untuk memanfaatkan kapasitas produksi yang telah dibangun sekaligus memperluas basis pelanggan.

Selain CDMO, PYFA menargetkan peluncuran lebih dari 15 SKU baru sepanjang 2026 untuk mempercepat penetrasi pasar.

Antes mengatakan PYFA juga akan terus mengembangkan produk-produk berlisensi tinggi serta meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi.

“Fokus kami ke depan adalah terus memperkuat layanan CDMO dan fokus pada produk-produk berlisensi tinggi untuk memberikan layanan terbaik bagi kesehatan masyarakat,” katanya.

Perusahaan ini juga menyiapkan percepatan otomatisasi proses berbasis artificial intelligence (AI) di seluruh grup. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional sekaligus merespons perubahan kebutuhan industri kesehatan domestik dan global.

Baca Juga: PLN Indonesia Power Pacu Pengembangan Energi Surya untuk Dukung Program PLTS 100 GWp

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×