Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatatkan penurunan pendapatan usaha dan laba bersih pada kuartal III-2026.
Mengutip laporan keuangan pada Kamis (22/10/2026), pendapatan usaha PJAA turun 2,09% menjadi Rp 781,77 miliar per kuartal III-2026, dibanding Rp 798,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan terutama berasal dari segmen tiket. Pendapatan tiket PJAA turun 4,25% menjadi Rp 514,96 miliar, dibandingkan Rp 537,84 miliar pada kuartal III-2025.
Pendapatan usaha lainnya juga turun menjadi Rp 211,20 miliar, dari Rp 212,24 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan hotel dan restoran meningkat 15,41% menjadi Rp 57,58 miliar, dibandingkan Rp 49,89 miliar.
Baca Juga: Bahlil Mau Setop Ekspor Gas, Kadin dan Industri Berharap Pasokan Makin Lancar
PJAA juga mencatatkan potongan penjualan sebesar Rp 1,98 miliar pada periode Januari–September 2026.
Beban pokok pendapatan PJAA meningkat 19,53% menjadi Rp 26,69 miliar. Beban usaha turut naik 3,97% menjadi Rp 201,90 miliar, dibandingkan Rp 194,20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan penurunan pendapatan dan kenaikan beban, laba bruto PJAA turun 11,10% menjadi Rp 318,70 miliar hingga kuartal III-2026, dari Rp 358,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Kebutuhan Susu Industri 4,95 Juta Ton, 80% Masih Dipasok Impor
Penurunan juga terjadi pada laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. PJAA membukukan laba bersih Rp 25,35 miliar pada kuartal III-2026, turun 56,75% dibandingkan Rp 58,62 miliar pada kuartal III-2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














