kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengamat: Keputusan pemerintah tidak menurunkan harga BBM kurang tepat


Selasa, 12 Mei 2020 / 14:33 WIB
Pengamat: Keputusan pemerintah tidak menurunkan harga BBM kurang tepat
ILUSTRASI. SPBU


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

Fahmy juga mengaku, penurunan harga minyak dunia dapat menekan kinerja keuangan PT Pertamina (Persero), khususnya di sektor hulu yang notabene membutuhkan biaya investasi besar.

Namun begitu, investasi di sektor hulu pada dasarnya bersifat jangka panjang, sedangkan penurunan harga minyak dunia hanya bersifat sementara. Alhasil, kinerja di sektor hulu Pertamina seharusnya bisa kembali pulih seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Di tengah pandemi Covid-19, BP-AKR bakal berikan promo cashback 20%

Lagi pula, Pertamina bisa memanfaatkan kondisi harga minyak yang rendah untuk meningkatkan impor BBM dari negara lain. Di samping itu, ketika harga BBM dalam negeri belum turun, kondisi ini juga bisa mengkompensasi kerugian Pertamina di sektor hulu.

“Tapi kembali lagi, Pertamina merupakan BUMN yang perannya tak melulu meraup keuntungan, namun juga harus mendahulukan kepentingan masyarakat luas,” terang Fahmy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×