kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pengembang cemaskan kenaikan suku bunga kredit


Selasa, 28 Januari 2014 / 11:52 WIB
Pengembang cemaskan kenaikan suku bunga kredit
ILUSTRASI. Promo PegiPegi Time 9.9 s.d 14 Sept 2022, Nikmati Diskon Tiket Bus & Travel s.d 20%


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Berbagai pihak, termasuk pemerhati properti dan pelaku usaha properti di DPP REI sepakat bahwa sektor properti Indonesia masih memiliki harapan tinggi. Ketua DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy, saat membahas rencana kerja REI selama tiga tahun mendatang, Senin (27/1/2014), di Jakarta, mengatakan bahwa sektor properti masih bisa tumbuh sebesar 10 persen.

"Dilihat dari situasi ekonomi dan politik, kita cukup menargetkan pertumbuhan 10 persen," ujar Eddy.

"Kita optimistis karena sektor properti ke depan ini sudah merupakan sektor industri yang strategis. Kita tahu, backlog perumahan jumlahnya masih besar, karena itu kita yakin pertumbuhan properti nasional akan naik," imbuh Eddy.

Menurutnya, jika ada semacam dorongan dari Pemerintah, khususnya Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), pertumbuhan sektor properti bisa sama seperti tahun lalu. Tapi, sejauh ini REI masih khawatir atas beberapa hal.

"Yang justeru kami khawatirkan adalah kenaikan suku bunga kredit dan aturan BI tentang LTV. Sekarang kondisi real-nya, bank sudah mulai menaikkan bunga KPR dan itu sangat memukul daya beli," ujar Eddy.

Beberapa waktu lalu, kebijakan Bank Indonesia mengenai pengetatan pengajunan KPR juga menyebabkan "riak kecil" dalam perekonomian Indonesia. REI bahkan melaporkan penjualan (properti) menurun hingga 30 persen. (Tabita Diela)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×