kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.119   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.070   32,18   0,53%
  • KOMPAS100 793   5,08   0,64%
  • LQ45 602   -0,27   -0,05%
  • ISSI 210   3,14   1,51%
  • IDX30 340   -0,24   -0,07%
  • IDXHIDIV20 422   -0,58   -0,14%
  • IDX80 91   0,52   0,58%
  • IDXV30 115   0,85   0,74%
  • IDXQ30 109   -0,11   -0,10%

Pengembangan produk pertanian berbasis organik


Rabu, 05 Desember 2018 / 23:02 WIB
ILUSTRASI. Beras merah organik


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan produksi pertanian berbasis organik menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun depan. Ini sejalan dengan tren pasar yang kian meminati produk-produk organik yang bebas bahan kimia dan pestisida.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian Hari Priyono mengatakan, pengembangan produk pertanian organik menjadi suatu keniscayaan. Apalagi, permintaan pasar terhadap produk organik terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Meski harganya jauh lebih mahal, tapi diminati pasar karena tingginya kesadaran akan kesehatan di kalangan konsumen," ujarnya, Selasa (4/12).

Kepala Biro Perencanaan Kemtan Kasdi Subagyono menambahkan, untuk bisa meningkatkan produksi komoditas pertanian berbasis organik, maka pengembangan benih menjadi penting.

Ia bilang, saat ini, Badan Litbang Pertanian terus berupaya mengembangkan riset untuk mendapatkan bibit unggul.

"Kami fokus pada pengembangan benih komoditas yang menjadi substitusi impor," ujar Kasdi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×