kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengusaha ikan kakap terjepit bahan baku


Rabu, 01 Februari 2012 / 15:16 WIB
Pengusaha ikan kakap terjepit bahan baku
ILUSTRASI. Prediksi harga mobil baru Avanza, Xpander, xenia dll jika pajak 0 persen berlaku


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Perusahaan pengolahan fillet ikan kakap mengeluhkan seretnya pasokan bahan baku ikan ke pabrik pengolahan. PT Dharma Samudera Fishing Industries (DSFI), salah satu perusahaan pengolahan ikan kakap mengaku, pasokan ikan kakap itu turun sejak akhir Desember lalu.

Herman Sutjiamidjaja, Direktur PT DSFI mengungkapkan, pertengahan tahun lalu, perusahaannya mampu menyerap 1 sampai 2 ton ikan kakap per hari. Namun, sejak awal tahun pasokan ikan itu turun, bahkan dalam sebulan hanya tersedia 3 ton sampai 4 ton.

"Sejak angin besar melanda, pasokan ikan menjadi seret," kata Herman kepada KONTAN (31/1). Meski demikian, ia mengaku mulai hari ini, pasokan ikan kakap itu sudah berangsur normal.

Herman bilang, pasokan ikan kakap yang tidak menentu itu dipengaruhi oleh faktor cuaca. Apalagi, jenis ikan kakap, terutama ikan kakap merah belum bisa dibudidayakan.

Sebagai gambaran, PT Dharma Samudera Fishing Industries (DSFI) adalah pengolahan ikan kakap yang berorientasi pada pasa ekspor, terutama ke Amerika Serikat.

Sepanjang tahun 2011 lalu, ekspor fillet ikan kakap merah PT Dharma Samudera Fishing Industries (DSFI), mencapai 150 ton. Tahun ini, Herman menargetkan mampu meningkatkan ekspor 33,33% atau naik menjadi 200 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×