kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pengusaha sebut potensi daya beli masyarakat menguat hingga akhir tahun


Selasa, 11 September 2018 / 15:38 WIB
Pengusaha sebut potensi daya beli masyarakat menguat hingga akhir tahun
ILUSTRASI. Carmelita Hartoto, Ketum INSA

Reporter: Kiki Safitri | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun beberapa negara berkembang mengalami masalah krisis global, namun tampaknya sejauh ini Indonesia masih berada pada kondisi ekonomi yang tidak mengkhawatirkan. Bahkan dikatan bahwa daya beli masyarakat sejauh ini meningkat.

“Daya beli masyarakat ke depannya masih kuat, tetapi kecenderungan masyarakat untuk saving masih ada ke depannya,” kata Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto saat dikonfirmasi, Selasa (11/9).


Menurut data survey penjualan eceran Bank Indonesia yang dirilis pada Senin (10/9), indeks Penjualan Riil (IPR) mengalami kenaikan atau tumbuh meningkat pada Juli dengan IPR yang tercatat sebesar 2,9% year on year (yoy) pada Juli 2018. Ini lebih tinggi 0,6% dibandingkan dengan data Juni 2018 sebesar 2,3% (yoy).

Tak hanya itu, BI juga mempredikasi bahwa penjualan eceran akan tumbuh stabil pada Agustus 2018. IPR diprakirakan tumbuh sebesar 2,8% (yoy) atau relatif stabil dibandingkan dengan Juli, 2,9% (yoy).

Carmelita menyebut bahwa kecendrungan masyarakat untuk menahan diri sejauh ini masih ada. Hal ini karena tidak lama lagi Indonesia akan memasuki tahun politik apalagi saat ini kondisi ekonomi global sedang mangalami ketidak pastian. “Dengan kondisi ekonomi global, tahun pemilu, mayarakat jadi menahan diri,” ujarnya.

Ia juga menyebut hingga akhir tahun ini potensi daya beli menguat akibat musim liburan atau peak season. Hal ini yang kemudian membuat permintaan akan barang meningkat dan potensi daya beli masih tinggi.

“Tekanan ini karena tiga bulan ke depan itu ada akhir tahun yang bertepatan dengan Natal dan Tahun baru sehingga pasti ada permintaan barang yang akan naik,” ujarnya.




TERBARU

Close [X]
×