kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Penjualan Makanan Minuman Jelang Pemilu Diperkirakan Capai Rp 7 Triliun


Jumat, 27 Maret 2009 / 07:19 WIB


Reporter: Nurmayanti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ajang pemilihan umum (pemilu) memberi berkah kepada banyak pihak. Salah satunya adalah produsen makanan dan minuman. Pesta demokrasi yang diadakan lima tahun sekali ini diperkirakan akan mendongkrak penjualan makanan dan minuman sebesar Rp 5 triliun hingga Rp 7 triliun. Peningkatan pesanan seperti kue, minuman dalam kemasan, minuman ringan sari buah, mi instan kopi dan lainnya diperkirakan akan meningkat tajam.

"Pemilu adalah salah satu ajang yang mendongkrak penjualan kami di tahun ini selain Lebaran, Natal, Imlek dan hari besar lain," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Thomas Darmawan kepada KONTAN, Rabu (25/3).

Apalagi, khusus tahun ini, terdapat perubahan sistem Pemilu yang terbagi dalam dua konsep yakni pemilu legislatif dan presiden. Selain berasal dari partai pusat, sebagian besar pesanan makanan dan minuman juga datang dari pelosok daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×