kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Penjualan mobil elektrifikasi Toyota di Indonesia mencapai lebih dari 4.700 unit


Senin, 06 September 2021 / 18:32 WIB
Penjualan mobil elektrifikasi Toyota di Indonesia mencapai lebih dari 4.700 unit
ILUSTRASI. Toyota. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Animo masyarakat terhadap kendaraan listrik keluaran Toyota semakin meningkat. Hal ini tercermin dari penjualan mobil elektrifikasi Toyota yang sudah mencapai lebih dari 4.700 unit. Total penjualan ini diakumulasi sejak peluncuran mobil listrik Toyota pertama kali yakni di 2009 hingga saat ini. 

TAM memulai penjualan mobil elektrifikasinya di Indonesia melalui Prius HEV di 2009. Sejak itu, Toyota terus menghadirkan pilihan yang beragam dengan pilihan teknologi yang lengkap baik Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV), sehingga masyarakat bisa memilih teknologi mana yang sesuai dengan kebutuhannya. 

Gambaran sejumlah harga mobil yang dijual TAM adalah sebagai berikut.  Toyota Camry Hybrid dibanderol dengan harga mulai dari Rp 849,5 juta, lalu disusul oleh Toyota C-HR varian Hybrid dengan harga kisaran Rp 546 juta dan Corolla Cross Hybrid senilai Rp 521,5 juta. Adapun untuk mobil listrik di bawah Lexus, UX 300 e yang sudah full battery dijual dengan harga Rp 1,24 miliar. 

Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM),  Henry Tanoto memaparkan, melihat perkembangan mobil listrik dari tahun ke tahun, TAM merasa teknologi elektrifikasi makin diterima dengan baik oleh pelanggan Indonesia. 

Baca Juga: Animo industri mobil listrik di tanah air semakin meningkat

"Di tahun 2020, lebih dari 1.000 unit elektrifikasi TAM yang terjual. Dan bahkan di 2021 ini baru sampai pertengahan tahun saja pencapaiannya sudah lebih tinggi dari tahun kemarin. Adapun secara total sejak awal mobil elektrifikasi diperkenalkan (2009) hingga saat ini, TAM sudah menjual lebih dari 4.700 unit,"  jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (6/9). 

Catatan bagi calon pembeli, setiap model mobil elektrifikasi Toyota lama waktu indennya berbeda-beda.  Henry bilang, pihaknya berkomitmen untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, dan pastinya untuk estimasi lamanya inden juga dikomunikasikan kepada pelanggan ketika memesan.

Sementara untuk model yang paling diminati, Henry mengungkapkan, teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) masih menjadi kontributor penjualan terbesar. Selain memang karena teknologi ini masuk ke Indonesia lebih awal, juga karena pilihan modelnya saat ini lebih banyak.

Mengenai target penjualan, Henry tidak memerinci berapa pastinya unit yang akan dijual TAM dalam jangka menengah. Yang terang, pihaknya fokus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Indonesia terhadap kendaraan listrik. "Target ke depannya, tentu agar lebih banyak lagi pelanggan yang bisa menggunakan teknologi ini," kata Henry. 

Kendati penjualan mobil listriknya makin diminati, Henry bilang, Toyota akan tetap menghadirkan pilihan produk yang lengkap. Jadi tidak hanya membawa mobil listrik saja, tetapi TAM juga tetap fokus dalam menghadirkan mobil konvensional di Tanah Air. "Dengan ini, semua segmen pelanggan tetap bisa kami dukung," tandasnya.

Selanjutnya: Ada potensi mobil listrik di Indonesia, begini kata Honda Prospect Motor

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×