Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Markus Sumartomjon
JAKARTA. Sejatinya penerapan uang muka atau down payment (DP) kredit kendaraan bermotor sebesar 30% baru terlaksana hari ini (15/6). Namun, industri sepeda motor domestik sudah khawatir imbas dari kebijakan Bank Indonesia ini.
Rasa cemas pabrikan otomotif roda dua ini sudah terbukti. Untuk pertama kalinya di tahun 2012 ini, penjualan sepeda motor nasional di bulan Mei mengalami penurunan sebesar 1% menjadi 611.251 unit. Padahal penjualan di bulan April lalu mencapai 617.508 unit.
Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tidak memungkiri mulai anjloknya penjualan sepeda motor di tanah air akibat beberapa perusahaan pembiayaan mulai menaikkan uang muka kredit sebesar 20% per Mei kemarin. "Tren yang bakal terjadi adalah penjualan sepeda motor sampai akhir 2012 bisa tergerus 20% dari pencapaian 2011," kata Sigit kepada KONTAN, Kamis (14/6).
Meski penurunan penjualan baru terjadi di bulan lalu, namun kalau ditotal penjualan motor di bulan Januari sampai Mei ini sudah turun 7% kalau dibandingkan dengan hasil penjualan di periode yang sama tahun lalu.
Tercatat, penjualan motor Januari - Mei lalu sebesar 3,16 juta unit. Adapun penjualan di periode yang sama 2011 sebesar 3,39 juta unit.
Imbasnya, target penjualan sepeda motor yang sebelumnya diyakini kalangan industri otomotif bakal menyentuh angka 9 juta unit sampai akhir tahun ini akhirnya terpaksa mereka koreksi.
Sigit memprediksi penjualan tunggangan roda dua ini hanya berkisar 6,4 juta unit - 6,5 juta unit saja sampai akhir tahun ini. Bandingkan dengan total penjualan tahun lalu yang mencapai 8 juta unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News