Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Penjualan telepon genggam tidak terpengaruh registrasi kartu prabayar

Kamis, 03 Mei 2018 / 22:24 WIB

Penjualan telepon genggam tidak terpengaruh registrasi kartu prabayar
ILUSTRASI. Penjualan Smartphone di Gerai Xplore XL



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa pemilik brand telepon genggam serempak menjawab bahwa registrasi kartu prabayar tidak memberikan pengaruh pada penjualan telepon genggam.

Mohamad Ilham Pratama, Public Relations Manager Advan mengatakan, penjualan telepon genggam itu tergantung dari pelanggan sendiri.

“Pelanggan umumnya menggunakan telepon genggam dua, jadi sebenernya yang masalah di kartunya bukan di teleponnya,” jelas Ilham. 

Ia menambahkan untuk penjualan telepon genggam itu tergantung dari bagaimana vendor melakukan promosi.

Aryo Meidianto, PR Manager OPPO mengatakan registrasi kartu prabayar tidak memiliki pengaruh pada penjualan. “Sampai saat ini kami belum merasakan dampak apa-apa,” jelasnya di Jakarta, Rabu (3/5).

Aryo juga menjelaskan untuk tren penjualan OPPO tergantung dari kota. Ia menyatakan untuk kota besar, konsumen dalam setahun dapat membeli telepon genggam dua sampai tiga kali. “Jabodetabek misalnya bisa 3-4 kali, sedangkan untuk second city 1-2 kali dalam setahun,” ujarnya.

Sedangkan menurut Risky Febrian dari Associate Market Analyst menyatakan bahwa dari riset yang dilakukan IDC per Desember 2017 masyarakat cenderung mengganti telepon genggam dua tahun sekali. “Saat ini masa kepemilikan telepon genggam paling lama mencapai 2 tahun dari riset kepada sekitar 3000 orang di 12 kota besar seluru Indonesia,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa alasan masyarakat kerap mengganti telepon genggamnya. “Spesifikasi yang tinggi, fitur yang lebih banyak itu faktor utamanya. Ada juga karena faktor brand,” ujar Risky. Kecenderungan pada faktor brand lebih pada mencoba brand baru.

Menurutnya, per Desember 2017 ada lima brand yang menguasai pasar, mulai dari Samsung, OPPO, Vivo, Advan, dan Xiao Mi.

Risky juga menyebutkan bahwa untuk produk black market (BM) saat ini sudah semakin susut. Hal tersebut dikarenakan agresivitas pemerintah dalam memberantas ilegal market tersebut.

“Mungkin dulu masih banyak produk BM, sekarang tinggal beberapa saja. Contohnya, Samsung dulu banyak produk BM-nya, tetapi sekarang sudah mulai terbatas. Xiao Mi juga beberapa kali ditangkap di kapal dan kontainernya,” tuturnya.

Sayangnya, ia tidak dapat memberikan data terkait produk BM tersebut.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Herlina Kartika

TELEKOMUNIKASI

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0669 || diagnostic_web = 0.3849

Close [X]
×