Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Light Rail Transit (LRT) menyatakan bahwa pengguna pada Jumat (10/4/2026) kemarin mengalami penurunan. Hal itu karena pemerintah sudah mulai memberlakukan kebijakan work from home (WFH) untuk para aparatur sipil negara (ASN) dalam satu pekan.
Kebijakan WFH tersebut langsung berdampak kepada transportasi umum. Hal itu artinya sejalan dengan dikeluarkannya kebijakan WFH, demi menghemat bahan bakar minyak (BBM) imbas perang timur tengah (Timteng) yang tak kunjung selesai.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika mengatakan bahwa pengguna LRT mengalami penurunan dibandingkan hari sebelum penerapan kebijakan WFH bagi ASN.
Baca Juga: Ekosistem Gaming Asia Tenggara Tembus US$ 14 Miliar di 2030, Indonesia Pasar Terbesar
Tercatat, pada Jumat (10/4) pengguna LRT Jabodebek ada sebanyak 106.301. Sementara itu, pada Kamis (9/5) tercatat 118.505 pengguna LRT Jabodebek, atau menurun 12.204 pengguna atau sekitar 10 persen.
Adapun pengguna LRT yang mengalami penurunan terpantau di sejumlah stasiun yang lokasinya berdekatan dengan wilayah kantor pemerintahan. Seperti stasiun Kuningan, Setiabudi, Rasuna Said, Cikoko, Pancoran, dan stasiun lainnya.
"Penurunan volume pengguna LRT Jabodebek ini merupakan dampak langsung dari kebijakan kerja WFH bagi ASN, khususnya pada jam sibuk," ujar Radhitya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2025).
Meski begitu, kata Radhitya, pelayanan LRT tetap berjalan normal pasa Jumat kemarin. Pasalnya, KAI tetap mengoperasikan pola weekday dengan 430 perjalanan LRT Jabodebek.
Seluruh fasilitas stasiun dan petugas LRT Jabodebek tetap disiagakan penuh untuk menjamin kenyamanan pengguna LRT Jabodebek. KAI berkomitmen untuk terus hadir sebagai solusi transportasi publik yang efisien, tepat waktu, dan terintegrasi.
“KAI akan terus hadir mendukung mobilitas masyarakat, dan memastikan setiap perjalanan LRT Jabodebek mengedepankan aspek keselamatan serta kenyamanan bagi seluruh pengguna,” jelas Radhitya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













