kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Bahlil: Kesiapan B50 Sudah 70%, Dicoba ke Alat Berat hingga Kereta Api


Sabtu, 11 April 2026 / 11:50 WIB
Bahlil: Kesiapan B50 Sudah 70%, Dicoba ke Alat Berat hingga Kereta Api
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bicara tentang B50


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa uji coba B50 atau bahan bakan lewat pencampuran minyak sawit ke dalam solar kini sudah menunjukkan hasil yang signifikan.

Bahlil mengungkapkan, saat ini progres uji coba telah menyentuh angka 60% hingga 70%. Uji coba ini dilakukan secara komprehensif pada berbagai moda transportasi dan mesin industri untuk memastikan keandalan bahan bakar nabati tersebut sebelum diluncurkan secara massal.

"Jadi, saya sampaikan bahwa hasil uji coba terhadap B50 sekarang sudah ke arah 60-70%. Uji coba dilakukan di alat-alat berat, di kereta api, di kapal maupun di mobil. Insya Allah, bulan Mei, Juni hasil akhirnya sudah selesai dan akan diterapkan di 1 Juli," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bahlil menuturkan, penerapan B50 ini diklaim sebagai strategi "survival mode" pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, kebijakan ini diambil agar Indonesia memiliki kedaulatan penuh dan tidak terus-menerus didikte oleh fluktuasi harga maupun pasokan energi global, khususnya untuk komoditas solar.

Baca Juga: Intip Strategi Temas (TMAS) Jaga Laba di Tengah Biaya Logistik Melambung

"Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode. Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa fokus utama pemerintah adalah kemandirian energi, sehingga kebijakan ini akan tetap berjalan terlepas dari kondisi harga minyak dunia yang mungkin sedang stabil atau menurun.

Menanggapi kekhawatiran mengenai keterbatasan kapasitas pabrik, Bahlil memastikan pemerintah tengah melakukan langkah-langkah sinkronisasi. Meskipun belum merinci jumlah pabrik yang terlibat, ia optimistis kendala infrastruktur produksi dapat teratasi tepat waktu.

"Nah, terkait dengan pabrik yang tadi ditanyakan, kita terus melakukan penyesuaian. Tapi insya Allah sudah ada solusi kok. Nanti saya jelaskan begitu sudah selesai ya," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×