kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penurunan interkoneksi tak turunkan tarif telepon


Sabtu, 27 Agustus 2016 / 01:50 WIB


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Kisruh penurunan tarif interkoneksi terus bergulir. Para analis menilai, penurunan tersebut tak signifikan mempengaruhi kinerja operator, yang kini menggantungkan asa pada layanan data. 

Namun apakah penurunan tarif interkoneksi akan menurunkan tarif ke pelanggan? Ternyata tidak. 

Dalam rapat kerja dengan DPR Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rudiantara menegaskan, biaya interkoneksi hanya 15% dari tarif ritel. "Jadi, kalau biaya interkoneksi turun 26%, maka tarif ritel hanya turun sekitar 3,7%," kata Rudiantara, Kamis (25/8).  

Leonardo Henry Gavaza, Analis Bahana Securities berpendapat senada.  Menurut dia, penurunan biaya interkoneksi tak berdampak signifikan bagi industri telekomunikasi.

"Justru penurunan biaya interkoneksi memicu operator yang malas membangun infrastruktur menjadi lebih malas lagi membangun," tegas Leonardo. 

Maklum, tidak semua operator memenuhi kewajiban aturan modern licensing, yakni membangun jaringan hingga pelosok tanah air.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×