kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Penyeberangan Merak macet, pengusaha merugi


Kamis, 31 Mei 2012 / 09:53 WIB
Penyeberangan Merak macet, pengusaha merugi
ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan distribusi dan logistik PT Dos Ni Roha atau DNR Corporation yang diakuisisi PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA).


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) menjerit akibat kemacetan yang terjadi di penyebrangan Merak-Bakaheuni. Akibat kemacetan tersebut, sopir truk yang ingin melintas menuju pulau Sumatera harus menunggu hingga tiga hari.

Akibat kemacetan itu, kerugian tidak hanya menimpa pengusaha truk, tetapi juga sopir truk yang kehilangan waktu kerjanya. "Biaya sopir per hari Rp100.000, kalau saat antrean 3 hari maka Rp 300.000, dan ini belum termasuk kerugian dari barang yang hilang, rusak dan busuk," ungkap Andriansyah, Sekretaris Organda di Jakarta, Rabu (30/5).

Menurut pengamatan Organda, kurang tersedianya infrastruktur pelabuhan seperti kapal roro menjadi penyebab antrean panjang di pelabuhan Merak tersebut. Seharusnya, ada 30 unit kapal roro yang beroperasi setiap harinya. Namun kenyataannya, jumlah kapal roro itu kurang dari 30 unit. “Kebutuhan ini sudah kami sampaikan ke pemerintah," katanya.

Sementara itu, Bambang S Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan mengklaim sudah memerintahkan operator pelabuhan menambah jumlah kapal yang beroperasi. "Menhub sudah minta pengelola meningkatkan produktivitas untuk mengatasi antrean panjang ," kata Bambang.

Selain itu, pemerintah juga meminta kapal yang beroperasi mempersingkat waktu berlayar, maksimal 2 jam," jelas Bambang. Selain itu, kapal juga diminta jangan pilih-pilih muatan, misalnya masih menunggu kendaraan pesanan.

"Menhub minta agar kapal begitu merapat, terisi, langsung jalan. Tidak boleh pilih-pilih muatan," jelasnya. Menurut Bambang, operator mengaku kesulitan menarik kapal dari perlintasan lain. Pasalnya, belum ada tambahan kapal. "Antrean truk di Merak ini karena ada perbaikan Dermaga II. Menhub meminta kepada PT ASDP agar perbaikan selesai 6 Juni, jangan sampai lewat," tegas Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×