kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.001,74   -2,58   -0.26%
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Perbaiki layanan, KKP Bandara Soetta jamin tak ada penumpukan penumpang


Kamis, 21 Mei 2020 / 13:38 WIB
Perbaiki layanan, KKP Bandara Soetta jamin tak ada penumpukan penumpang
ILUSTRASI. Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/5/2020). Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen sy

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah viral penumpukan penumpang di di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Kamis 14 Mei 2020 lalu, Kepala Kantor Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Soekarno Hatta Anas Ma’ruf mengatakan bahwa hal tersebut lantaran slot penerbangan yang saling berdekatan.

"Kejadian menumpuk itukan pada tanggal 14, semua orang yang melakukan perjalanan akan dilakukan pengecekan pertama oleh tim gugus tugas, kenapa tiba-tiba numpuk? Nah karena beberapa faktor yaitu pada tanggal 14 ada beberapa slot penerbangan waktunya berdekatan," jelas Anas dalam teleconference BNPB pada Kamis (21/5).

Baca Juga: Citilink Indonesia lakukan uji terbang pesawat khusus kargo

Anas menambahkan bahwa dari hasil pemantauan, untuk jumlah penumpang pada waktu kejadian viral tersebut kurang lebih ada 1.500 penumpang dalam satu hari tersebut. Begitupun ia menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang ada di bandara setiap harinya hingga sekarang masih sama yaitu sekitar 1.500 penumpang.

"Yang berangkat sama 1.500 tiap hari, tapi karena ada slot penerbangan berdekatan di waktu sama jadi terlihat penumpukan. Sekarang kondisinya sudah bagus sudah rapi, setelah penumpukan kita langsung ada rekayasa dan penumpukan hari itu kan pas pagi saja, mungkin karena banyak orang belum tahu juga apa saja aturannya jadi mereka datang lebih awal," imbuhnya.

Anas menegaskan bahwa calon penumpang pesawat haruslah yang memiliki kepentingan misalnya bisnis, oleh karenanya wajib bagi calon penumpang untuk memiliki dokumen perjalanan. Selain itu calon penumpang harus memiliki surat kesehatan dan surat keterangan hasil rapid test.

"Kalau nggak ada surat rapid test nggak bisa beli tiket. Lalu beli tiket tidak bisa via online. Rapid test dilakukan harus 7 sampai 10 hari sebelum penerbangan," kata Anas.

Baca Juga: Penumpang yang berangkat dari Bandara Soetta sekitar 60%-90% untuk perjalanan dinas

Pengecekan calon penumpang juga dilakulan dalam tiga tahap mulai dari dokumen perjalanan, surat kesehatan dan keterangan rapid test, hingga pengecekan kesehatan penumpang seperti suhu tubuh, dan saturasi oksigen.

Anas menyarankan calon penumpang baiknya sudah berada di bandara tiga jam sebelum jam keberangkatan. Adapun mengenai aturan bagi maskapai penerbangan ialah 50% dari kapasitas sekali penerbangan.

"Selain tempat duduk diatur, juga protokol dalam pesawat harus diikuti. Supaya kita pastikan penerbangan ini sehat, inspeksi kita awasi, sanitasi pesawat kita awasi, kemudian crew juga harus tunjukan surat kesehatan juga bukan hanya penumpang, semua harus dalam keadaan sehat. Jangan lakukan pemalsuan surat keterangan, kita harus jaga perjalanan ini sehat dan sehat buat daerah yang kita tuju juga," tegasnya.

Baca Juga: Terpukul akibat corona, begini keluh kesah pelaku industri baja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×