Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik adalah langkah strategis yang sangat penting bagi sebuah perusahaan, baik di sektor publik maupun swasta.
GCG yang kuat memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan pemegang saham, investor, pelanggan, karyawan, dan masyarakat terhadap perusahaan.
PT ASDP Indonesia Ferry menyadari bahwa penguatan GCG bukan hanya kebutuhan hukum, tetapi juga investasi strategis bagi perusahaan untuk mencapai keberlanjutan, daya saing, dan reputasi jangka panjang. Penerapan yang konsisten dan komprehensif akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap seluruh aspek operasional perusahaan.
“ASDP terus memperkuat penerapan GCG didukung oleh transformasi digital yang menjadi tulang punggung dalam menciptakan proses kerja yang lebih transparan dan akuntabel,” kata Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangannya, Rabu (11/12).
Dengan transformasi digital, lanjut Heru, ASDP dapat memastikan setiap langkah operasional diaudit dengan baik, memberikan kenyamanan dan kepercayaan kepada seluruh pihak, termasuk pelanggan dan mitra kerja.
Baca Juga: Hingga Oktober 2024, Pendapatan ASDP Indonesia Tumbuh 5% Jadi Rp 4,20 Triliun
Beberapa cara transformasi digital itu adalah melalui sistem pembayaran nontunai, pembelian tiket daring, dan pengawasan berbasis teknologi di Pelabuhan.
Sebagai bagian dari tranformasi digital, ASDP telah mengahdirkan Aplikasi Ferizy sejak tahun 2020. Hingga Juli 2024, jumlah pengguna aplikasi ini sudahmencapai 2,4 juta pengguna. Ada lebih dari 40 pelabuhan di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah timur, telah mengadopsi sistem e-ticketing ini per Oktober 2024.
Selain itu, kata Heru, ASDP juga berkomitmen menjadi bagian dari upaya kolektif melawan korupsi demi tercapainya Indonesia yang maju, bersih, dan berintegritas. Untuk itu, perusahaan melakukan sinergitas antarlini. “Kami akan memastikan setiap kebijakan anti korupsi yang diterapkan perusahaan dievaluasi dan dilaporkan secara berkala.” ujarnya.
Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia 2024, ASDP menegaskan kembali komitmennya dalam pencegahan korupsi. Heru mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, untuk bersama-sama membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas dan kejujuran.
“Melawan korupsi bukan hanya tentang kepatuhan hukum, tetapi juga tentang komitmen untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga: Rombak Komisaris & Direksi, ASDP Indonesia Ferry Tunjuk Heru Widodo Jadi Dirut Baru
Berkat penguatan GCG, ASDP bisa mencatatkan pertumbuhan positif. Sepanjang sembilan bulan pertama 2024, perusahaan mencetak laba bersie Rp 476 miliar, naik 4% secara tahunan. Adapun aset ASDP per September sudah mencapai Rp 11,43 triliun dan arus kas operasionalnya Rp 1,74 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News