kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.012   6,00   0,04%
  • IDX 7.073   -111,29   -1,55%
  • KOMPAS100 978   -14,57   -1,47%
  • LQ45 718   -8,41   -1,16%
  • ISSI 253   -3,96   -1,54%
  • IDX30 389   -3,91   -0,99%
  • IDXHIDIV20 484   -3,19   -0,65%
  • IDX80 110   -1,46   -1,30%
  • IDXV30 134   -0,36   -0,27%
  • IDXQ30 127   -1,20   -0,94%

Permintaan benih kelapa sawit meredup tahun ini


Rabu, 01 Februari 2012 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Promo J.CO hari ini 13 Februari 2021 menawarkan beli 1 gratis 1 J.Coffee Drip mulai dari harga Rp 19.000 – Rp 70.000. Dok: Instagram J.CO


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Penjualan benih kelapa sawit tahun ini diprediksi turun karena pemerintah telah mengeluarkan kebijakan moratorium izin kawasan hutan alam dan kawasan gambut pertengahan tahun lalu.

Razak Purba, Manajer Bahan Tanaman Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan mengungkapkan, kebijakan moratorium itu membuat izin ekspansi lahan perkebunan sawit terhenti, sehingga pembeli benih milik PPKS berkurang.

"Semula kami menargetkan ada kenaikan penjualan benih tahun ini," kata Razak kepada KONTAN (1/2). Tahun lalu, PPKS Medan mampu menjual 35 juta benih tanaman sawit atau naik 16,66% dari realisasi penjualan tahun 2010 yang hanya 30 juta benih.

Untuk tahun ini, PPKS Medan hanya berani menargetkan penjualan 30 juta benih, lebih rendah dari realisasi penjualan tahun 2011 lalu. Sementara kapasitas terpasang produksi benih milik PPKS Medan itu mencapai 50 juta benih per tahun.

Semenjak moratorium lahan perkebunan berlaku tahun lalu, praktis PPKS hanya melayani penjualan benih kelapa sawit dari perusahaan atau pemilik perkebunan sawit rakyat yang melakukan replanting atau peremajaan tanaman.

"Selain itu, ada pelanggan yang telah mendapatkan izin perluasan lahan sebelum kebijakan moratorium berlaku, pelanggan ini cukup membantu penjualan benih," terang Razak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×