kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.029   29,00   0,17%
  • IDX 7.092   -92,24   -1,28%
  • KOMPAS100 980   -12,84   -1,29%
  • LQ45 719   -8,00   -1,10%
  • ISSI 254   -3,15   -1,22%
  • IDX30 390   -3,16   -0,80%
  • IDXHIDIV20 485   -2,22   -0,46%
  • IDX80 110   -1,30   -1,16%
  • IDXV30 134   -0,26   -0,19%
  • IDXQ30 127   -0,88   -0,68%

Permintaan beton pra cetak di jalan tol tak sebesar readymix


Selasa, 09 April 2019 / 18:28 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Proyek jalan tol memang memberikan berkah sendiri bagi perusahaan konstruksi termasuk perusahaan beton pra cetak.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia Wilfred A Sangkali mengatakan, umumnya proyek jalan tol lebih banyak mengandalkan readymix atau cor di tempat. "Tapi kalau ada jalan layang atau jembatan, pasti ada pra cetak," katanya kepada Kontan.co.id pada Selasa (9/4).

Menurut Wilfred, jika dibandingkan beton pracetak, maka readymix lebih mendominasi sebagian besar konstruksi jalan tol. "Tapi bagi perusahaan beton pracetak, proyek di jalan tol nilainya juga sangat berarti," tambah Wilfred.

Adapun jika proyek jalan tolnya elevated, maka besar kemungkinan kebutuhan beton pracetak tinggi. Itupun tak semua, Jalan Tol Cikampek Elevated yang kini sedang digarap saja konstruksinya menggunakan baja sementara pengecoran dilakukan ditempat menggunakan readymix.

Karenanya, kata Wilfred, permintaan pracetak lebih banyak menuju proyek seperti LRT dan MRT. Sementara proyek jalan tol lebih banyak mengandalkan bahan readymix.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×