Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) melihat peluang positif dari meningkatnya kebutuhan solusi digital di Indonesia. Perseroan terus memperkuat portofolio layanan cloud, platform digital, cybersecurity, dan artificial intelligence (AI).
Direktur PT Anabatic Technologies Tbk Adriansyah Adnan mengatakan, kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor menjadi peluang bagi perseroan, untuk mengembangkan layanan dan solusi teknologi.
“Pengembangan solusi terus-menerus di bidang cloud, platform digital, cybersecurity, AI, dan layanan teknologi lainnya menjadi bagian dari upaya kami memperkuat kapabilitas dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan,” kata Adriansyah kepada KONTAN, Rabu (12/8).
Baca Juga: Program Motor Listrik Nasional Diluncurkan Kamis (13/8), Pasar Luar Jawa Jadi Sorotan
Anabatic juga memperkuat portofolio melalui pengembangan intellectual property (IP), seperti ARSI, Kouventa, Nebula Cloud Console (NCC), dan Ofis.
Dari sisi pasar, sektor perbankan dan keuangan masih menjadi target utama Anabatic. Perseroan juga memperluas jangkauan ke sektor manufaktur dan fast-moving consumer goods (FMCG).
Di tengah pengembangan layanan tersebut, industri data center Indonesia juga menghadapi kebutuhan keamanan siber yang semakin besar. Kondisi ini sejalan dengan semakin banyaknya layanan digital dan workload kritikal yang ditempatkan di data center.
Chairman Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma mengatakan, kebutuhan cybersecurity terus meningkat pada 2026. Peningkatan tersebut tidak hanya dipengaruhi pertumbuhan jumlah dan kapasitas data center, tetapi juga semakin kritikalnya workload yang ditempatkan di dalamnya.
“Cybersecurity hari ini bukan lagi sekadar fitur tambahan pada sebuah data center. Cybersecurity sudah menjadi bagian dari resilience, availability, dan business continuity,” ujar Hendra kepada KONTAN, Rabu (12/8).
Menurut Hendra, data center kini menopang berbagai layanan, mulai dari cloud, transaksi keuangan, layanan pemerintah, e-commerce, telekomunikasi, hingga aplikasi perusahaan. Kondisi tersebut membuat semakin banyak aset digital yang perlu dilindungi.
Kebutuhan keamanan juga semakin kompleks karena data center terhubung dengan cloud, jaringan telekomunikasi, sistem perusahaan, dan penyedia layanan pihak ketiga.
Karena itu, kebutuhan industri mulai bergeser menuju pendekatan keamanan berlapis dan cyber resilience. Perusahaan tidak hanya dituntut mencegah serangan, tetapi juga mampu mendeteksi, memulihkan, dan menjaga keberlangsungan layanan ketika terjadi gangguan.
Baca Juga: Jayamas Medica Industri (OMED) Realisasikan Capex Rp 44 miliar Hingg Juni 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
