kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BPDP Perkuat Kolaborasi untuk Meningatkan Produktivitas Pekebun Sawit Swadaya


Minggu, 27 September 2026 / 17:38 WIB
BPDP Perkuat Kolaborasi untuk Meningatkan Produktivitas Pekebun Sawit Swadaya
ILUSTRASI. BPDP Perkuat Kolaborasi untuk Meningatkan Produktivitas Pekebun Sawit Swadaya (Dok. BPDP/BPDP)


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit. Program tersebut menjadi langkah strategis dan komitmen dalam memajukan bisnis kelapa sawit di Indonesia.

Menggandeng berbagai lembaga pelatihan, program ini berfokus pada peningkatan kompetensi pekebun sawit swadaya dan menyasar pekebun yang tersebar di 26 provinsi penghasil sawit. Tujuan besarnya berhubungan dengan tantangan utama yang dihadapi oleh pekebun swadaya dalam lanskap bisnis kelapa sawit, yakni produktivitas.

Dalam sinergi ini, BPDP memegang peran sebagai penyedia dana program dan memastikan penerima manfaat yang terus meningkat setiap tahunnya. “Harapannya akan semakin banyak penerima manfaat dan semakin besar dampak yang bisa dihasilkan,” kata Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah dalam keterangannya, dikutip Minggu (27/9).

Bagi Alfansyah, investasi ini merupakan perjalanan panjang dalam lanskap bisnis Kelapa Sawit Indonesia. Dilihat dari periode produktif kelapa sawit yang bisa mencapai maksimal 25 tahun, investasi ini harapannya juga bisa berdampak jangka panjang.

Baca Juga: BPDP Buka Pendanaan hingga Rp 500 Juta untuk UKMK Hilirisasi Perkebunan

“Apa yang kita lakukan sekarang itu juga berbicara 5 atau 10 tahun mendatang. Hari ini menjadi awalan untuk menciptakan ekosistem bisnis bagi pekebun swadaya yang lebih berdaya saing,” tambah Alfansyah.

Dengan hampir tujuh juta hektar lahan sawit dan sekitar 2,6 juta pekebun, pekebun swadaya memegang peran krusial dalam lanskap bisnis Kelapa Sawit. Beberapa permasalahan menjadi penghambat yang mendasar dalam memajukan produktivitas. Pemahaman dasar mengenai Good Agriculture Practices (GAP), akses pada bibit tersertifikasi hingga tuntutan regulasi global.

Karena itu, program Pengembangan SDM PKS dinilai menjadi hal yang krusial. Karena tidak hanya menyasar pengetahuan dan kompetensi tapi bertujuan membentuk ekosistem yang mendorong produktivitas dan daya saing pekebun swadaya.

Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo mengatakan pihaknya memahami visi besar dari program ini. “Ini bukan hanya sekadar pelatihan untuk menambah pengetahuan. Ini adalah langkah yang kita harap bisa membawa dampak besar bagi pekebun,” ujarnya.

Menurutnya Program Pengembangan SDM PKS menjadi sarana untuk transfer pengetahuan dan keterampilan. Ia menegaskan bahwa sasaran keberhasilan bagi pemateri bukan hanya memberikan materi tapi mampu mengubah perilaku kerja pekebun di lapangan, sehingga kontribusi mereka terhadap bisnis kelapa sawit makin optimal.

Baca Juga: Perpekindo Minta Pemerintah Benahi Industri Kelapa dari Hulu ke Hilir

Dalam tiga tahun terakhir ini, dia bilang, LPP Agro Nusantara dipercaya menyelenggarakan sebanyak 211 kelas dengan 6.439 peserta.

Penyelenggaraan tahun ini kembali menjadi bukti atas komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan Indonesia. Program pengembangan SDM PKS menjadi sebuah wujud nyata untuk memajukan perkebunan Indonesia harus dimulai dari sumber daya manusia yang kompeten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×