kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.107   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.056   18,26   0,30%
  • KOMPAS100 791   2,87   0,36%
  • LQ45 601   -1,63   -0,27%
  • ISSI 210   3,12   1,51%
  • IDX30 340   -0,92   -0,27%
  • IDXHIDIV20 422   -0,40   -0,09%
  • IDX80 90   0,25   0,28%
  • IDXV30 115   0,90   0,79%
  • IDXQ30 109   -0,12   -0,11%

Permintaan tinggi, impor plastik melonjak


Jumat, 13 September 2013 / 07:19 WIB
ILUSTRASI. Kenali Sederet Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Anak. /Pho carel Agus Waluyo/15/03/05/KONTAN/Difile oleh Carel. OBAT


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA. Kebutuhan plastik domestik yang tinggi membuat impor plastik terus menanjak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari hingga Juli 2013, nilai impor plastik dan barang dari plastik mencapai US$ 4,5 miliar, naik 9,7% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan impor plastik tertinggi sepanjang tahun ini terjadi pada Juli 2013. Saat itu, impor plastik mencapai US$ 774 juta. Angka ini naik 28,1% dari posisi Juni 2013.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiyono bilang, kenaikan impor plastik dari tahun ke tahun disebabkan potensi pasar plastik domestik begitu besar. Maklum, saat ini, konsumsi plastik di Indonesia baru 10 kg per kapita per tahun, lebih rendah dari negara-ASEAN lain yang lebih dari 40 kg per kapita per tahun.

Potensi ini juga didorong oleh pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman domestik. Alhasil, produsen plastik asing semakin gencar memasarkan produknya di tanah air. "Indonesia merupakan pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara," jelas Fajar.

Fajar bilang, penetrasi pasar produk plastik impor semakin kencang karena industri plastik di luar negeri bisa menekan harga jual produknya. Sementara itu, daya saing industri plastik lokal masih minim.

Industri hilir plastik di Indonesia tumbuh pesat seiring tingginya permintaan dari sektor makanan dan minuman. Sayangnya, industri plastik hulu belum mampu mengimbangi pertumbuhan industri hilir. Alhasil, bahan baku plastik masih harus diimpor.

Namun pelemahan nilai tukar rupiah membuat beban industri hilir plastik makin berat. Sebab bahan baku impor harus dibeli dengan harga dollar AS. Sedangkan produk plastik dijual dalam rupiah.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Benny Wachjudi bilang, masalah lain yang menekan industri plastik adalah pasokan gas yang terbatas. Alhasil, daya saing industri plastik lokal lemah.

Padahal, produsen plastik dari negara tetangga sudah memiliki pasokan energi yang besar, sehingga bisa memproduksi dan mengekspor plastik skala besar. Karenanya, Benny bilang Kemperin berusaha agar pasokan gas untuk industri diprioritaskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×