kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Permintaan Tinggi, Trans Power Marine (TPMA) Yakin Target Tahun Ini Tercapai


Senin, 05 Juni 2023 / 18:24 WIB
Permintaan Tinggi, Trans Power Marine (TPMA) Yakin Target Tahun Ini Tercapai
ILUSTRASI. Kapal floating crane, kapal tunda dan tongkang pengangkut b a t u b a r a milik PT Trans Power Marine (TPMA)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pelayaran, PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) masih optimistis dapat meraih target bisnis yang dibidik tahun ini. Faktor pendorongnya yakni permintaan komoditas batubara di Indonesia yang masih cukup tinggi. 

Untuk diketahui, TPMA memproyeksikan laju bisnis yang konservatif tahun ini, dengan pertumbuhan pendapatan berkisar 20%-30% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Direktur Trans Power Marine Rudy Setiono menyampaikan, pihaknya tetap percaya diri dengan target tersebut seiring dengan realisasi kinerja positif selama kuartal pertama. 

“Kinerja kuartal I-2023 jauh lebih baik dari kuartal I-2022. Jadi kami cukup optimis,” ungkap Rudy, saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (5/6). 

Baca Juga: Proyeksi Eastparc Hotel (EAST) Bisnis Perhotelan Lebih Baik Tahun Ini

Adapun, per kuartal I-2023, TPMA meraih kenaikan pendapatan usaha sebesar 38,86% year on year (YoY) menjadi US$ 17,08 juta. 

Bisnis Trans Power Marine memang masih ditopang oleh pengangkutan komoditas batubara yang mencapai 80% dari total pendapatan. Sementara sisanya datang dari sektor angkutan wood chips. 

Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TPMA juga melesat 154,97% YoY menjadi US$ 4,87 juta. 

Saat ini, TPMA memiliki 38 unit kapal tunda, lalu 33 unit kapal tongkang, dan 3 crane barge.

TPMA juga berencana menambah armada kapal baru pada tahun 2023. Pihaknya menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar US$ 40 juta  yang ditujukan untuk membeli 5 set kapal untuk perusahaan dan 20 set kapal untuk anak perusahaan, PT Trans Logistik Perkasa. 

Baca Juga: Indointernet (EDGE) Targetkan Pembangunan Data Center Kedua Rampung Akhir Tahun

Namun, sampai saat ini rencana pembelian set kapal tersebut belum terealisasi karena harga kapal masih cukup tinggi dan pembuatan kapal baru memakan waktu cukup lama. 

“Capex yang dipesan tahun 2022 saja baru datang 2 set kapal untuk TPMA dan Trans Logistik Perkasa. Padahal TPMA pesan 5 set kapal sebesar US$ 20 juta, yang baru datang 2 set,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×