kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Persaingan Ketat, Penjualan Alat Berat United Tractors (UNTR) Turun


Rabu, 01 November 2023 / 17:00 WIB
Persaingan Ketat, Penjualan Alat Berat United Tractors (UNTR) Turun
ILUSTRASI. Excavator Hybrid Komatsu yang dipasarkan PT United Tractors Tbk (UNTR)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan penjualan alat berat dalam sembilan bulan pertama 2023. Walau begitu, UNTR tetap optimistis tren penjualan alat beratnya akan pulih pada sisa tahun ini.

Dalam laporan bulanan yang dipublikasIkan di situs resmi perusahaan, UNTR membukukan penjualan alat berat Komatsu sebanyak 4.365 unit pada Januari-September 2023. Angka ini menyusut 3,73% year on year (YoY) dibandingkan penjualan alat berat pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.534 unit.

Sebanyak 62% penjualan alat berat UNTR per kuartal III-2023 berasal dari sektor pertambangan. Porsi penjualan alat berat UNTR di sektor ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 61%.

Baca Juga: Ekspansi ke Bisnis Pertambangan Nikel, Begini Rekomendasi Saham UNTR dari Analis

Selanjutnya, sektor kehutanan berkontribusi 13% terhadap penjualan alat berat UNTR per kuartal III-2023, yang mana ini juga lebih tinggi dari porsi penjualan di sektor tersebut per kuartal III-2022 yakni 12%.

Sebaliknya, porsi penjualan alat berat UNTR di sektor konstruksi berkurang dari 18% per kuartal III-2022 menjadi hanya 16% per kuartal III-2023. Di sisi lain, porsi penjualan alat berat UNTR di sektor agrobisnis tetap di level yang sama yakni 9% baik pada Januari-September 2022 maupun Januari-September 2023.

Secara keseluruhan industri, pangsa pasar alat berat UNTR tercatat sebesar 31% hingga akhir kuartal III-2023. 

 

Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis tak menampik fakta bahwa permintaan alat berat di sektor konstruksi dan perkebunan cenderung melambat, sehingga berdampak pada hasil penjualan UNTR. "Belum ada indikasi perubahan permintaan pada kedua sektor tersebut," tutur dia, Rabu (1/11).

Baca Juga: Cermati Saham-Saham yang Banyak Dilepas Asing Saat IHSG Menguat Kemarin

UNTR pun mengakui persaingan dengan berbagai merek alat berat lain, termasuk yang berasal dari China, sangat ketat dan memang tidak bisa dihindari. Ketatnya persaingan ini terlihat lebih terasa di sektor industri yang menggunakan alat berat kecil dan menengah.

Maka dari itu, UNTR selalu mengedepankan keunggulan kualitas yang dimiliki produk alat beratnya. Tidak hanya itu, UNTR juga sangat memperhatikan aspek layanan end to end, termasuk layanan purnajual alat berat demi kepuasan para konsumen dari berbagai sektor industri.

Terlepas dari hasil yang didapat pada akhir kuartal ketiga lalu, Manajemen UNTR masih mempertahankan target penjualan alat berat Komatsu sekitar 5.800 unit sampai 8.000 unit hingga akhir 2023. "Kami juga akan meninjau perkembangan penjualan perusahaan ke depannya," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×