kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.715   -64,00   -0,36%
  • IDX 6.538   36,00   0,55%
  • KOMPAS100 849   6,58   0,78%
  • LQ45 644   4,90   0,77%
  • ISSI 229   0,49   0,22%
  • IDX30 360   3,55   1,00%
  • IDXHIDIV20 437   4,23   0,98%
  • IDX80 97   0,80   0,83%
  • IDXV30 121   0,46   0,38%
  • IDXQ30 114   1,06   0,93%

Persaingan Smartphone Entry-Level Makin Ketat, Harga Bukan Satu-satunya Pertimbangan


Jumat, 21 Agustus 2026 / 10:02 WIB
Persaingan Smartphone Entry-Level Makin Ketat, Harga Bukan Satu-satunya Pertimbangan
ILUSTRASI. Direktur Eksekutif (Executive Director) Indonesia ICT Institute (IdICTi) Heru Sutadi (DOK/ICT)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan smartphone di segmen entry-level semakin ketat. Sejumlah merek menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang kompetitif.

Direktur Eksekutif (Executive Director) Indonesia ICT Institute (IdICTi) Heru Sutadi mengatakan, konsumen kini memiliki semakin banyak pilihan. Konsumen juga mulai mempertimbangkan nilai yang didapat dari sebuah smartphone.

“Dulu konsumen entry-level cenderung bertanya berapa harganya. Sekarang menjadi, dengan harga segini saya mendapatkan apa?” ujar Heru kepada KONTAN, Jumat (21/8/2026).

Menurut Heru, harga masih menjadi faktor penting karena daya beli konsumen entry-level cukup sensitif. Namun, harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan.

Baca Juga: Insentif Motor Listrik Turun jadi Rp 3 juta Per Unit, Begini Efeknya ke Penjualan

Konsumen kini turut membandingkan RAM, penyimpanan, kamera, chipset, baterai, layar hingga fitur kecerdasan buatan (AI).

Karena itu, persaingan smartphone entry-level mulai bergeser menjadi persaingan value for money. Produsen dituntut memberikan spesifikasi dan pengalaman terbaik dengan harga yang tetap terjangkau.

Heru menilai Xiaomi, Infinix, realme, dan TECNO memiliki strategi yang cukup agresif di segmen tersebut.

“Xiaomi memiliki ekosistem dan brand awareness yang kuat. Infinix menonjolkan spesifikasi dan fitur yang agresif, realme pada performa dan desain, sementara TECNO semakin aktif menawarkan teknologi pada harga kompetitif,” katanya.

Baca Juga: Menjajal Changan Nevo Q05, SUV Listrik Bertenaga 120 KW Bisa Tempuh 462 Km

Menurutnya, persaingan tersebut akan semakin dinamis. Produsen tidak cukup hanya mengandalkan harga dan spesifikasi.

Distribusi, ekosistem, inovasi, layanan purnajual, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen akan semakin menentukan persaingan di segmen entry-level.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×