Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan smartphone di segmen entry-level semakin ketat. Sejumlah merek menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang kompetitif.
Direktur Eksekutif (Executive Director) Indonesia ICT Institute (IdICTi) Heru Sutadi mengatakan, konsumen kini memiliki semakin banyak pilihan. Konsumen juga mulai mempertimbangkan nilai yang didapat dari sebuah smartphone.
“Dulu konsumen entry-level cenderung bertanya berapa harganya. Sekarang menjadi, dengan harga segini saya mendapatkan apa?” ujar Heru kepada KONTAN, Jumat (21/8/2026).
Menurut Heru, harga masih menjadi faktor penting karena daya beli konsumen entry-level cukup sensitif. Namun, harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan.
Baca Juga: Insentif Motor Listrik Turun jadi Rp 3 juta Per Unit, Begini Efeknya ke Penjualan
Konsumen kini turut membandingkan RAM, penyimpanan, kamera, chipset, baterai, layar hingga fitur kecerdasan buatan (AI).
Karena itu, persaingan smartphone entry-level mulai bergeser menjadi persaingan value for money. Produsen dituntut memberikan spesifikasi dan pengalaman terbaik dengan harga yang tetap terjangkau.
Heru menilai Xiaomi, Infinix, realme, dan TECNO memiliki strategi yang cukup agresif di segmen tersebut.
“Xiaomi memiliki ekosistem dan brand awareness yang kuat. Infinix menonjolkan spesifikasi dan fitur yang agresif, realme pada performa dan desain, sementara TECNO semakin aktif menawarkan teknologi pada harga kompetitif,” katanya.
Baca Juga: Menjajal Changan Nevo Q05, SUV Listrik Bertenaga 120 KW Bisa Tempuh 462 Km
Menurutnya, persaingan tersebut akan semakin dinamis. Produsen tidak cukup hanya mengandalkan harga dan spesifikasi.
Distribusi, ekosistem, inovasi, layanan purnajual, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen akan semakin menentukan persaingan di segmen entry-level.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














