kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.853   70,00   0,39%
  • IDX 6.310   -55,02   -0,86%
  • KOMPAS100 828   -7,52   -0,90%
  • LQ45 629   -5,53   -0,87%
  • ISSI 219   -1,80   -0,82%
  • IDX30 353   -3,01   -0,85%
  • IDXHIDIV20 430   -3,80   -0,88%
  • IDX80 95   -0,82   -0,85%
  • IDXV30 119   -0,84   -0,70%
  • IDXQ30 112   -0,88   -0,78%

Pertamina belum tawar aset geothermal Chevron


Minggu, 24 April 2016 / 22:54 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. PT Chevron Indonesia sedang mengkaji rencana penjualan saham (farm out) di proyek panas bumi di Indonesia, yaitu proyek Salak dengan kapasitas 370 megawatt (MW) dan Derajat dengan kapasitas 240 MW.

Pemerintah Indonesia menginginkan agar Chevron bisa menawarkan lebih dulu kepada badan usaha milik negara (BUMN),  baik kepada PT Pertamina (Persero) atau kepada PT PLN (Persero).

Namun VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamina belum melakukan evaluasi dan menawar aset geothermal milik Chevron di Indonesia.

Walaupun, Pertamina sendiri memang memiliki rencana untuk melakukan akusisi saham blok migas dan non migas. "Tahun ini ada rencana akusisi saham satu blok migas dan satu non migas yang besar,"kata Wianda pada Jumat (22/4).

Sayangnya Wianda enggan menyebut blok migas dan non migas mana yang bakal diakusisi oleh Pertamina . Dia hanya menyebut, Pertamina telah melakukan pemetaan satu blok migas dan non migas di dalam negeri dan luar negeri.

Aspek yang menjadi kajian Pertamina untuk melakukan akusisi adalah kemampuan keuangan Pertamina, operasional, dan cadangan di blok tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×