kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pertamina butuh terminal transit untuk menyikapi kenaikan harga minyak dunia


Rabu, 05 Januari 2011 / 10:40 WIB


Sumber: Tribunnews | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Untuk memperkuat stok bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah dalam beberapa bulan kedepan, pemerintah sejatinya harus menambah pembangunan terminal transit. Apalagi melihat tren kenaikan harga minyak dunia yang terus meningkat.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria bilang, saat ini stok BBM nasional hanya untuk 21 hari. "Seharusnya ketahanan stok yang ideal itu untuk empat hingga enam bulan," ujarnya.

Jika tidak menambah depo penimbun BBM, beban pemerintah akan makin berat mengingat kenaikan harga minyak mentah dunia menurut Sofyano akan terus berlangsung dalam empat hingga enam bulan kedepan. "Hal ini akan berdampak paa APBN kita," katanya.

Dengan stok BBM yang cukup dengan fasilitas terminal transit yang memadai, pemerintah tidak harus panik jika ada kenaikan harga minyak mentah dunia seperti saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×