Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) terus berupaya mengamankan pasokan minyak mentah demi menjaga keandalan stok dan ketahanan energi nasional menjelang penutupan paruh pertama tahun ini.
Pertamina melaporkan, salah satu kargo pengadaan minyak mentah berskala besar dari Aljazair saat ini masih dalam proses pengiriman menuju fasilitas kilang domestik.
Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyatakan, armada pengangkut yang ditugaskan yakni MT Gamkonora untuk membawa komoditas strategis tersebut tengah berlayar menuju titik bongkar di Cilacap, Jawa Tengah.
Baca Juga: CCT-DMSL Gelontorkan Rp 300 Miliar untuk Rest Area KM 63 Tol Cimanggis-Cibitung
"Terkait kapal tanker MT Gamkonora yang membawa sekitar 450.000 (minyak mentah) saat ini masih dalam perjalanan. Untuk informasi spesifik mengenai status kedatangan, kami masih perlu melakukan pengecekan lebih lanjut kepada unit operasional terkait," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (24/6).
Baron menjelaskan, dalam mengeksekusi kebijakan impor komoditas energi, perseroan selalu mempertimbangkan aspek ketersediaan pasokan dan pemenuhan regulasi yang ketat.
"Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga melakukan pengadaan energi sesuai kebutuhan nasional dengan mengedepankan prinsip ketahanan energi, tata kelola yang baik, serta ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Lebih lanjut, Baron menambahkan, guna memitigasi risiko pasokan, Pertamina juga menerapkan strategi diversifikasi mitra dagang dengan menjalin kerja sama pasokan dari berbagai kawasan di luar Timur Tengah.
"Sumber pengadaan BBM maupun minyak mentah Pertamina berasal dari berbagai negara dan pemasok yang kompetitif di pasar global," pungkasnya.
Baca Juga: Mou Hilirisasi Indonesia-Swiss: Pemberdayaan SDA, Teknologi dan Pendanaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














