Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) terus memperkuat perannya dalam industri kendaraan niaga nasional melalui peningkatan kandungan lokal dan penguatan standar produksi.
Hingga Juli 2026, Hino telah memproduksi lebih dari 651.995 unit kendaraan niaga di Indonesia yang digunakan untuk menopang berbagai sektor ekonomi.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Hino memperkuat rantai pasok dalam negeri, sekaligus memastikan kendaraan niaga yang diproduksi di Indonesia memenuhi standar kualitas dan keselamatan untuk mendukung aktivitas transportasi dan distribusi nasional.
Terbaru, HMMI memperbarui sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Tata Cara Perhitungan TKDN.
Baca Juga: Debut di GIIAS 2026, New Suzuki XL7 Langsung Jadi Salah Satu Mobil Favorit Test Drive
Dari 46 model kendaraan Hino yang diproduksi di Indonesia, sebanyak 31 model telah memiliki sertifikat TKDN.
Dari jumlah tersebut, 10 model telah diperbarui sesuai regulasi terbaru dengan nilai TKDN mencapai 71,75%. Sementara model lainnya akan mengikuti proses pembaruan secara bertahap.
Plant Manager Hino Motors Manufacturing Indonesia, Repelita Ginting, mengatakan, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri tidak hanya berdampak terhadap produk Hino, tetapi juga memberikan efek terhadap industri pendukung dan tenaga kerja di dalam negeri.
"Semakin tinggi penggunaan komponen dalam negeri, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh industri pendukung, tenaga kerja lokal, dan ekosistem otomotif nasional," ujar Repelita dalam keterangan resmi di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Menurut dia, pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya Hino untuk meningkatkan kontribusi terhadap industri manufaktur Indonesia. Di sisi lain, produk yang diproduksi di dalam negeri tetap mengacu pada standar kualitas global.
Baca Juga: Motor Listrik Kupprum NOMAD Resmi Dirilis di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 70 Juta
Sejak menjalankan kegiatan manufaktur di Indonesia, Hino juga telah mengembangkan kapasitas produksi kendaraan niaga untuk berbagai kebutuhan. Produk Hino digunakan di sektor logistik, transportasi publik, konstruksi, pertambangan hingga perkebunan.
Hino juga menjadi satu-satunya pabrik manufaktur kendaraan bermotor di Indonesia yang memproduksi sasis bus besar untuk kebutuhan transportasi massal domestik sekaligus ekspor ke sejumlah negara.
Penguatan industri kendaraan niaga tidak berhenti pada peningkatan TKDN. Hino juga memperkuat proses pemeriksaan kendaraan dan standardisasi pembangunan bodi melalui digitalisasi serta pembinaan terhadap mitra karoseri.
PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menerapkan Digital Pre Delivery Inspection (Digital PDI) untuk menggantikan proses pencatatan pemeriksaan kendaraan secara manual.
Sistem tersebut memungkinkan hasil inspeksi terdokumentasi secara digital dan tersimpan berbasis cloud.
Bodymaker Department Head HMSI Heri Komala mengatakan, digitalisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi, transparansi dan kemudahan penelusuran dalam proses pemeriksaan kendaraan sebelum diserahkan kepada pelanggan.
"Pelanggan mempercayakan bisnisnya kepada Hino. Karena itu, kami harus memastikan setiap kendaraan yang diterima benar-benar memenuhi standar kualitas dan keselamatan," ujar Heri.
Baca Juga: Di Tengah Lesunya Daya Beli, Mercedes-Benz Tambah Dua Model Premium di GIIAS 2026
Selain Digital PDI, Hino menjalankan Bodymaker Standardization Program yang mengacu pada Body Mounting Manual (BMM) Hino. Pedoman tersebut mengatur pembangunan bodi kendaraan agar sesuai dengan spesifikasi chassis, termasuk proses pemasangan bodi, distribusi beban dan aspek keselamatan.
Program tersebut dilakukan melalui pembinaan, audit dan sertifikasi terhadap mitra karoseri. Tujuannya untuk menjaga konsistensi kualitas kendaraan yang dibangun setelah chassis Hino dipadukan dengan bodi sesuai kebutuhan operasional.
Truck & Bus Bodymaker HMSI Dody Pramono mengatakan, standardisasi menjadi penting karena kualitas kendaraan niaga tidak hanya ditentukan oleh chassis dan mesin, tetapi juga oleh proses pembangunan bodinya.
"Body Mounting Manual menjadi acuan kami bersama mitra karoseri untuk memastikan setiap kendaraan dibangun sesuai standar Hino," kata Dody.
Untuk menjaga konsistensi penerapan standar tersebut, HMSI juga menggelar Hino Bodymaker Award 2026 sebagai bagian dari rangkaian GIIAS 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada mitra karoseri yang dinilai konsisten menerapkan standar pembangunan bodi kendaraan Hino. Penilaian mencakup penerapan standar teknis, kualitas pengerjaan, kepatuhan terhadap spesifikasi serta konsistensi kualitas produk.
Baca Juga: GIIAS 2026 Jadi Ajang Memperkuat Purnajual dan Layanan Konsumen
Pada kategori Hino Truck Standardization, penghargaan diberikan kepada 13 perusahaan karoseri, sementara delapan perusahaan memperoleh penghargaan pada kategori Hino Bus Standardization.
Market Development Division Head HMSI Tri Hariyanto mengatakan, kemitraan dengan karoseri menjadi bagian penting dalam memastikan kendaraan yang diterima pelanggan sesuai dengan kebutuhan operasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Industri Otomotif Nasional
- Industri Kendaraan Niaga
- TKDN Hino
- GIIAS 2026
- digital inspeksi kendaraan
- standarisasi bodi
- karoseri lokal
- produksi bus ekspor
- kapasitas produksi 2026
- sertifikasi komponen dalam negeri
- kolaborasi HMMI HMSI
- rantaian pasok dalam negeri
- sertifikasi kualitas kendaraan
- digitalisasi inspeksi kendaraan
- standarisasi bodi bus
- pengembangan kapasitas produksi
- ekspor kendaraan niaga
- kemitraan karoseri
- peraturan TKDN 2025













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
