kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 16.990   25,00   0,15%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Pertamina: Pengerjaan relief well makan biaya hingga US$ 10 juta


Senin, 23 September 2019 / 20:40 WIB
Pertamina: Pengerjaan relief well makan biaya hingga US$ 10 juta
ILUSTRASI. Pengerjaan relief well demi menyumbat kebocoran gas Sumur YYA-1 menelan biaya hingga US$ 10 juta.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina mengungkapkan pengerjaan relief well demi menyumbat kebocoran gas Sumur YYA-1 menelan biaya hingga US$ 10 juta.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu di Gedung Pusat Pertamina, Senin (23/9). "Terkait biaya relief well (kisaran) US$ 7,5 juta hingga US$ 10 juta," ungkap Dharmawan.

Asal tahu saja, pengerjaan relief well telah dimulai sejak awal September dengan mendatangkan Rig Soehanah. Rih tersebut ditempatkan berjarak 1 km dari sumur YYA-1.

Baca Juga: PHE ONWJ baru realisasikan 30% kompensasi bagi warga terdampak

Relief well dilaksanakan demi memotong aliran sumur YYA-1. PHE ONWJ menyebutkan koneksi antar sumur telah dilakukan dan penyumbatan telah berhenti sejak Sabtu pagi (21/9).

incident Commander Proyek YYA-1 Taufik Adityawarman mengungkapkan, kini proses penanganan telah memasuki fase 6 yakni 'killing operation" yang telah dimulai sejak Senin pagi (23/9). "Diharapkan rampung pada sore atau malam dan jika kondisi memungkinkan, akan dilanjutkan ke tahap 7 yaitu plug and abandon," jelas Taufik.

Perkembangan penanganan yang dinilai lebih cepat dari jadwal membuat Pertamina menargetkan penutupan sumir secara permanen pada 1 Oktober 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×