kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70% sejak Awal 2026


Minggu, 22 Maret 2026 / 06:20 WIB
Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70% sejak Awal 2026
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (DOK/diki mardiansyah )


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – SEMARANG. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mulai meningkatkan porsi impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS) sejak Januari 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 70% sumber impor LPG Indonesia berasal dari AS. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada di level 57%.

“Dengan Amerika, saat ini untuk LPG, sesudah ada transaksi sejak Januari. 70% sourcing LPG kita itu dari Amerika dan 70% tersebut bukan menggunakan proses tunjuk langsung, tetapi tetap mengikuti proses prosedur dengan lelang,” kata Mars Ega di Rest Area KM397A Batang-Semarang, Rabu (18/3/2026).

Baca Juga: Produk Perabotan Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 182,74 Miliar di Chicago

Menurut Mars, peningkatan impor dari AS juga tidak lepas dari upaya mitigasi risiko akibat eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi global.

“Dan Alhamdulillah ini bisa diselesaikan, masing-masing country, baik Indonesia maupun Amerika, saling menghormati prosedur dari masing-masing negara,” tegasnya.

Realisasi Kesepakatan Energi RI-AS

Peningkatan impor LPG ini juga merupakan bagian dari implementasi kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS yang telah disepakati sebelum memanasnya konflik di Timur Tengah. Dalam perjanjian tersebut, nilai impor komoditas energi dari AS mencapai US$ 15 miliar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya merinci bahwa alokasi impor tersebut mencakup BBM olahan sebesar US$ 7 miliar, minyak mentah US$ 4,5 miliar, dan LPG senilai US$ 3,5 miliar.

“15 miliar USD yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti kita menambah volume impor. Namun, kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara, di antaranya negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan, neraca komoditas pembelian BBM kita dari luar negeri tetap sama. Hanya saja sumbernya kita geser,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Penjelasan terkait Implementasi Teknis Sektor ESDM Pasca Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia - Amerika Serikat secara daring, Jumat malam (20/2/2026).

Baca Juga: Transaksi Digital RI Melonjak 133% di Periode Lebaran, Sistem TI Perusahaan Diuji

Strategi Diversifikasi dan Keekonomian

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa mekanisme pembelian energi, termasuk LPG, tetap mengedepankan prinsip keekonomian dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Indonesia sendiri diketahui mengimpor LPG sekitar 7 juta ton per tahun, dan porsi dari AS akan terus ditingkatkan secara bertahap.

Langkah diversifikasi sumber impor ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Adapun proses eksekusi penuh dari kesepakatan ini diperkirakan akan berjalan setelah finalisasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu 90 hari sejak perjanjian disetujui.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap ketahanan energi nasional tetap terjaga sekaligus memperkuat hubungan dagang bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×